Pilbup Malang
Petahana Malang Menang Versi Quick Count, Tapi Dia Merasa Dirugikan
Lingkaran Survei Indonesia
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli
SURYA.co.id | MALANG - Hasil quick count dari LSI (Lingkaran Survei Indonesia) memenangkan pasangan calon Bupati Malang, Rendra Kresna-Sanusi (RS), 9 Desember 2015.
Data sampai pukul 16.03 WIB, dengan jumlah pemilih 57,63 persen, RS mendapatkan 52 persen. Sedang paslon Dewanti-Masrifah Hadi mendapat 44,02 persen.
Sedangkan paslon Nurcholis-M Mufidz mendapat 3,98 persen. Sehingga antara paslon 1 dan 2 ada selisih delapan persen perolehan suara. Sebuah selisih angka yang tipis karena ternyata pergerakan suara paslon 2 cukup dinamis.
Perolehan hitung cepat LSI yang mengunggulkan dirinya membuat Rendra sudah sibuk menerima ucapan selamat. Rumahnya juga sudah ramai dengan kedatangan pendukungnya untuk memberikan ucapan selamat.
"Iya, sudah banyak yang ngasih ucapan selamat. Ada yang nelpon, SMS...," tutur Rendra kepada SURYA.co.id, Rabu sore (9/12/2015) sore di kediaman pribadinya, Jl Abdillah Gg 6, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Rendra mengakui selisih tipis kemenangan perolehan suaranya versi LSI.
"LSI selaku lembaga survei pada 4 Desember menyatakan unggul 68 persen. Itu dengan asumsi warga datang semua. Kemudian tanggal 9 Desember data sementaranya 52 persen. Kalau 68 persen dengan margin error lima persen, kemungkinan masih dapat 62 persen," ungkap Rendra.
Kemudian, tambahnya, LaPoRa Fisip UB menyatakan unggul 63 persen dengan asumsi pemilih datang semua.
Namun kepastian hasilnya, ia tetap menunggu pengumuman hasil resmi dari KPU Kabupaten Malang.
"Penghitungan manual kan masih berjalan. Masih berproses semuanya. Ya yang penting menang dulu," tandasnya.
Untuk itu, timnya mengawal penghitungan suara mulai TPS dst. Dengan hanya tiga paslon dalam pilkada, diharapkan tidak ada alasan kesalahan tulis dll sehingga merugikan paslon. Yang memprihatinkan dirinya adalah angka golput masih tinggi. Hal ini merugikan paslon karena berdampak pada perolehan suara.
"Semakin sedikit yang datang, jumlah suaranya ya turun," kata Rendra. Ia mencontohkan tingkat kehadiran pemilih di Kecamatan Tajinan yang tinggi. Dari data pemilihnya ada 26.000-an. Ternyata yang tidak hadir ada 17.000-an.
"Sebagai incumbent, saya merasa dirugikan. Kenapa tidak hadir padahal sudah diliburkan?" ungkapnya.
Kalau sakit, masa segitu banyaknya, lanjut Rendra. Namun bisa juga ada faktor lain yang perlu diteliti lebih lanjut. Karena menyangkut juga faktor ekonomi.
Misalkan bagi warga yang berpenghasilan harian/pekerja harian, tentu sayang harus libur karena menjadikan tidak dapat penghasilan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/rendra-kresna-calon-bupati-malang-tirtomoyo-kecamatan-pakis_20151209_193237.jpg)