Pilwali Surabaya 2015
Atasi Pengangguran, Rasiyo akan Sulap SMK jadi Balai Kerja
"Ini berarti, hasil pembangunan hanya dinikmati kelompok menengah ke atas. Yang kaya makin kaya dan yang miskin, mohon maaf tetap miskin,"kata Rasiyo.
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Cawali Surabaya nomor satu, Rasiyo akan menjadikan alias menyuap sekolah menengah kejuruan (SMK) menjadi balai latihan kerja (BLK).
Terobosan itu dilakukan untuk mengatasi tingginya angka pengangguran di Surabaya dan trennya terus naik dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut Paklik Rasiyo, berdasarkan data badan pusat statistik (BPS), saat ini angka pengangguran di Surabaya mencapai lebih dari 78.000 orang. Angka ini naik dari sebelumnya 5 persen menjadi 6,08 persen.
Tingginya angka pengangguran tersebut, karena meski pertumbuhan ekonomi Surabaya diatas 7 persen, tapi kesenjangan dan disparitas wilayah makin menganga.
"Ini berarti, hasil pembangunan hanya dinikmati kelompok menengah ke atas. Yang kaya makin kaya dan yang miskin, mohon maaf tetap miskin," ujar Paklik Rasiyo, Kamis (19/11/2015).
Agar jumlah pengangguran tidak makin menjamur, Cawali yang diusung Partai Demokrat dan PAN ini akan menjadikan sekitar 20 sekolah SMK sebagai BLK khusus.
"Di BLK khusus inilah masyarakat Surabaya yang masih menganggur akan dilatih agar punya kemampuan dan skill yang bisa terserap pekerjaan," tegasnya.
Dikatakan mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jatim ini, pihaknya memilih SMK jadi BLK khusus, karena untuk mengembangkannya tidak perlu dana. Tempat, sarana prasarana, dan gurunya sudah ada.
"Jadi hanya cukup menambah sarananya saja. Kalau mendirikan BLK sendiri, nanti permasalahan selain di lahan juga pada gurunya," terang Ketua Umum Alumni Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini.
Selain menyulap SMK sebagai BLK, Paklik Rasiyo juga akan menciptakan lapangan pekerjaan, dengan memberikan bantuan keuangan sebesar Rp 500 juta untuk setiap RW.
Dana bantuan ini bisa dipakai sesuai keperluan RW, dengan melibatkan dan memberdayakan masyarakat masing-masing yang ada di 1.400 RW se-Surabaya, dengan sifat pekerjaan padat karya.
"Dengan begitu, masyarakat yang menganggur akan bekerja," imbuhnya.
Tak hanya itu saja, setiap RW, lanjut pasangan Cawawali Lucy Kurniasari ini juga akan diberi bantuan Rp 50 juta untuk mendirikan koperasi wanita (Kopwan).
Lalu menjadikan BPR di Surabaya sebagai bank UMKM untuk membantu memberikan pinjaman super ringan untuk usaha dan UMKM milik warga Surabaya yang visible dan belum bankable.
"Keberadaan Kopwan dan bank UMKM ini juga untuk mendorong percepatan terciptanya pekerjaan untuk warga yang masih menganggur," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/rasiyo-terima-dukungan-surabaya_20151119_225214.jpg)