Pilwali Surabaya
Gerindra Surabaya Siapkan Koalisi Besar untuk Keroyok Risma
#SURABAYA - Pentingnya parpol menjalin koalisi dan membahas serius bakal calon penantang Risma, karena incumbent ini bukannya tak bisa dikalahkan.
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Selain mengelar proses penjaringan bacawali dan bacawawali, DPC Partai Gerindra Surabaya juga membentuk tim khusus untuk melakukan penjajakan koalisi dengan partai politik (parpol) lain.
Tim yang dipimpin Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya Sutadi langsung ini sudah menjalin komunikasi politik dengan sejumlah parpol. Seperti, PKS, Golkar, PAN, PKB, dan Demokrat.
"Kami ingin membangun terwujudnya koalisi besar," kata Sutadi, Kamis (21/5/2015).
Sutadi yakin lewat koalisi besar yang solid, ditambah gerakan massif mesin partai untuk meyakinkan masyarakat, bahwa Surabaya butuh pemimpin baru yang mampu melakukan pembangunan di segala bidang dan makin mensejahterakan masyarakat.
Tri Rismaharini selaku incumbent yang dinilai terlalu percaya diri dan merasa tak butuh parpol akan dapat dihadang dan dikalahkan dalam Pilwali 9 Desember nanti.
"Meski dia (Risma) disokong oleh kekuatan besar PDIP," bebernya.
Hal senada ditegaskan Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya Hartoyo.
Menurutnya, partainya juga tengah intens menjalin komunikasi politik dengan ketua parpol pemilik kursi di DPRD Surabaya.
Seperti, Gerindra, PKB, PKS, Golkar, PAN, dan parpol lain, untuk menjajaki koalisi dan menginventarisir figur dan nama bakal calon yang lebih bagus dan dapat menyaingi dan mengalahkan Risma.
"Pentingnya parpol menjalin koalisi dan membahas serius bakal calon penantang Risma, karena incumbent ini bukannya tak bisa dikalahkan," tegasnya.
Kata Hartoyo yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim ini, jika parpol bersatu membentuk koalisi besar, dapat menggerakkan mesin politik, dan meyakinkan rakyat Surabaya, bahwa calon yang diusung punya track record bagus.
Selain itu hasil surveinya juga bagus, dan punya visi yang jelas membangun Surabaya, dirinya yakin Risma akan keok dan dapat dikalahkan.
Pengamat politik dari Universitas Airlangga, Hariadi, menegaskan, jika pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada Surabaya nanti hanya dua, yakni Risma melawan pasangan yang diusung koalisi besar, maka akan menjadi skenario yang memikat untuk dilihat dan petarungannya juga sengit.
"Ini terlepas dari siapapun nanti yang mengusung Risma," ulasnya.
Dengan pertarungan vis a vis tersebut, jika Risma misalnya diusung PDIP yang punya 15 kursi di DPRD Surabaya.