Partai Demokrat
Ingin Melawan SBY, Gede Pasek Sowan Anas Urbaningrum
#SURABAYA - Pasek mengaku sudah berkomunikasi dengan Anas Urbaningrum. Dia menemuinya di sel tahanan. Pasek juga minta restu Anas.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Gede Pasek Suardika merasa siap untuk melawan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maupun calon lain dalam berebut Ketua Umum di arena Kongres IV Partai Demokrat di Surabaya.
Pasek mengaku sudah berkomunikasi dengan Anas Urbaningrum. Dia menemuinya di sel tahanan. Pasek juga minta restu Anas.
Kini, dia tak gentar dengan sistem pemilihan yang pada kongres kali ini diserahkan ke steering committe (SC).
"Baru kali ini dalam sejarah kongres, calon Ketua Umum mendaftar ke SC. Seharusnya sebelum dimunculkan syarat pencalonan kan harus melalui pembahasan tatib di kongres," kata Pasek di Surabaya, 11 Mei 2015.
Sejak awal, Pasek memang sudah melangkah ingin mencalonkan sebagai ketua umum. Hingga saat ini, langkah itu terus diayunkan.
"Ada sesuatu yang tidak pernah terjadi Demokrat. Tiba-tiba muncul tatib pencalonan. Dan syarat pencalonan yang diajukan pun sulit dipenuhi bakal calon kecuali satu orang (SBY)," kata Pasek yang pernah menjadi panitia perdidangan saat Kongres Demokrat di Bali.
Karena begitu beratnya persyaratan itu, Pasek pun pasti menemui kendala.
"Bagaimana bisa fair play kalau sudah dicegati dengan syarat itu. Kongres kali ini sudah disiapkan untuk memenangkan salah satu satu calon. Kalau MA menggunakan istilah terstuktur, sistematis, dan masif, inilah kongres Demokrat saat ini," kritik Pasek.
Dia menyatakan bahwa sistem itu tak baik. Dia yakin, SBY tidak demikian.
Jika SBY memang demokrat sejati, katanya, dia justru nekat maju untuk membantu SBY. Setidaknya ia ingin mengingatkan janji SBY pada KLB di Bali.
Mantan presiden ini ingin jadi ketua dewan pembina. Bukan ketua umum.
Lantas bagaimana Pasek bisa mendaftar?
Diakui memang untuk mendaftar bakal calon Ketua Umum nyaris sudah tertutup. Ini seiring mekanisme dan syarat yang dibuat. Di antaranya bakal calon yang mendaftarkan diri harus mendapat dukungan 30 persen DPC.
Padahal sudah 90 persen DPC dengan berbagai tekanan dipaksa tanda tangan. Belum lagi ada syarat yang aneh, yakni harus minimal lima tahun menjadi pengurus di DPP.
"Desainnya agar tidak ada orang lain maju. Ada oknum Demokrat bermain di sini. Saya ingin merawat Demokrat. Saya maju agar ada kompetisi. Ada kontestasi. Inilah demokrasi," kata Pasek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gede-pasek-demokrat-surabaya-sby-anas-urbaningrum_20150511_224350.jpg)