Eksekusi Mati Terpidana Kasus Narkoba

Kekasih Raheem, Tunggui Raheem di Nusakambangan Saat Eksekusi

"Jadi nama Raheem itu sebenarnya nama palsu dan bukan nama sebenarnya," ungkapnya.

Penulis: Sudarmawan | Editor: Yoni
surya/sudarmawan
MA (17), kekasih Raheem Agbaje Salimi dibopong saat pingsan di Lapas Kelas I Madiun, Rabu (4/3/2015). 

SURYA.co.id| MADIUN - Terpidana mati, Raheem Agbaje Salami memberikan pesan terakhir agar hukuman mati di Indonesia cukup dirasakan dirinya dan kelompok terpidana mati yang diekskusi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Meski berpesan seperti itu, Raheem menerima semua keputusan Negara Indonesia atas hukuman mati terhadap dirinya itu.

"Pesan Stefanus (Raheem Agbaje Salami), meminta agar hukuman mati ini hukuman mati terakhir di Indonesia," terang Romo Yuventius Fusi Nusantoro yang memimpin prosesi misah arwah di rumah persemayaman Perhimpunan Masyarakat Madiun (PMM) JL Cokroaminoto, Kota Madiun kepada Surya, Rabu (29/04/2015).

Selain itu, pria yang akrab dipanggil Romo Fusi ini menguraikan dirinya hanya bisa menjelaskan soal proses misa arwah dan prosesi pemakaman Raheem Agbaje Salami yang bakal dipimpin langsung Romo Robertus Joko di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kota Madiun di JL Makam Tentara, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Mdiun.

Alasannya, untuk proses hukum dan masalah hukum lainnya pihaknya menyerahkannya kepada penasehat hukum Raheem.

"Kalau selama di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas I Madiun dia (Raheem) cukup baik dan diperlakukan dengan baik. Dia juga taat beribadah selama di Lapas," imbuhnya.

Pria yang menjabat Kepala Paroki Gereja St Cornelius Madiun menambahkan, mengenai organ tubuh Raheem yang bakal disumbangkan ke orang lain, pihaknya mengaku tidak tahu menahu.

"Soal organ disumbangkan atau tidak kami tak tahu. Hanya saja, Raheem sudah mengaku merasa enjoy dan menerima dengan legowo eksekusi mati itu," ungkap pria yang melaksanakan pembaptisan untuk Raheem Agbaje Salami dengan nama Baptis Stefanus itu.

Bahkan, kata Romo, Raheem lebih suka dipanggil dengan nama Stefanus itu.

Alasan Raheem sebelum menjalani ekskusi yang disampaikan ke Romo Fusi nama Raheem itu sebenarnya adalah nama samaran dan bukan nama aslinya.

"Jadi nama Raheem itu sebenarnya nama palsu dan bukan nama sebenarnya," ungkapnya.

Selain itu, Romo Fusi mengakui selama beberapa hari terakhir ini, Angela Intan (18) yang masih duduk dibangku kelas 12 salah satu SMA di Kota Madiun berada di Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah dan telah mengantongi identitas keluarga sejak prosesi ekskusi hingga pemakaman menunu Madiun.

"Memang Angela beberapa hari kemarin di Nusa Kambangan," tegasnya.

Sementara permintaan terakhir lainnya Raheem lainnya yakni untuk berkomunikasi dengan keluarganya di Nigeria sudah dipenuhi tim jaksa saat Raheem masih berada di Nusa Kambangan.

"Jadi dia (Raheem) sudah menepon keluarganya. Karena tak bisa datang keluarganya maka diusahakan diberi kesempatan menelepon keluarganya yang diluar negeri," pungkasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved