Gadis Penghibur di Malang
Banyak Pelanggan, Bisa Booking Berjam-Jam
Baik Agita maupun Silvi, saat ini menjadi tulang punggung keluarga.
Dia tidak menolak dan tidak pula menerima permintaan Surya.
”Kalau mau itu (booking fee) ngomong sama mami ya,” pintanya.
Dia mengaku, takut menerima booking fee karena maminya bisa marah.
Hukuman yang diterima pemandu lagu yang menerima kencan di luar sepengetahuan mami juga tidak main-main.
”Saya bisa dipecat dari sini kalau tidak lewat mami. Saya kan terikat kontrak,” akunya.
Silvi dan Agita hanyalah dua orang dari ratusan anak di bawah umur yang terjerembab di dunia kelam prostitusi.
Mereka sebenarnya menunggu diselamatkan negara. Hanya memang penyelenggara pemerintahan di sana tutup mata dengan praktik tempat hiburan malam yang menyimpang.
Kawasan wisata menjadi dalih sehingga tidak ada upaya penegakan hukum yang nyata. (idl)