Liputan Khusus Taksi Plat Hitam
Mimpi Bandara Pakai Argo Taksi
“Kalau saja, layanan taksi ini pakai argometer, seperti di Jakarta dan lainnya, pasti akan lebih sempurna,” tutur Usman.
Barisan panjang pemimpi taksi argo itu terlihat jelas dalam survei Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) tahun 2010.
Survei itu memotret Kebutuhan Land Transportation Bandara Internasional Juanda Surabaya.
Termasuk harapan dan keinginan konsumen angkutan bandara.
Ada 1.000 penumpang bandara yang menjadi responden. Namun hanya 907 responden yang memberikan jawaban item kebutuhan taksi argo atau non argo.
Dari jumlah itu sebanyak 677 responden atau sekitar 73,4 persen menyatakan menginginkan taksi argometer.
“Ini jelas menunjukkan, pentingnya pengelola Juanda mempertimbangkan penerapan taksi argometer di Juanda,” jelas Said Sutomo, Ketua YLPK Jatim pekan lalu.
Taksi non argometer digandoli keberadaannya. Ada 230 responden atau sekitar 24.8% menyatakan kurang dan tidak setuju bandara diisi taksi argometer.
Mereka ini berpadangan taksi tanpa argo tidak selalu memberatkan. (ab/idl/iit)