TOPIK
Pembacokan di Jalan Jemur Wonosari
-
#SURABAYA - Terdakwa membacokkan celurit ke Timbul hingga tewas. Dia juga membacok dua anak Timbul.
-
Menurutnya, mayoritas adegan saksi sudah sesuai dengan keterangan saksi dan tersangka.
-
Takdir langsung memanggil anggotanya dan memerintahkan menjalankan rekonstruksi sesuai penjelasan Yanti.
-
“Pak, buka jendelanya. Kami ingin melihat Aziz,” kata seorang warga, Sabtu (14/3/2015).
-
Warga memang sempat meninggalkan lokasi. Tapi warga kembali berkerumun di sekitar lokasi.
-
Yanti juga beberapa kali membetulkan adegan yang tidak sesuai.
-
“Lokasinya tidak perlu saya jelaskan. Dua tersangka ini masih ada di Jatim,” kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Takdir Mattanete.
-
Setija menambahkan motif utama pembacokan ini karena tersangka sakit hati kepada korban.
-
Saat itu Timbul dan dua anaknya, Didik dan Noven Hariyanto (16) mengeroyok tersangka Hasan (22). Tidak diketahui maksud pengeroyokan ini.
-
"Beberapa teman di kelas sempat menangis saat saya ceritakan detail kejadian," tutur Hisam.
-
Dua korban lain yang juga anak Timbul, Hari dan Nopen sudah dirujuk ke RSU Dr. Soetomo.
-
"Dalam waktu 2X24 jam harus sudah terungkap," kata Setija saat memberi sambutan dalam serah terima jabatan (sertijab), Kamis (26/2/2015).
-
Melihat lokasi pembuangan barang bukti (BB), diduga tersangka melarikan diri menuju utara.
-
Tapi korban menolak dengan alasan stand tersebut akan dipakai sendiri.
-
Timbul meninggal dengan luka kepala bagian belakang, tangan, dan perut sebelah kanan.
-
Aksi brutal ini diketahui oleh ayah korban, Timbul (50), dan adiknya, Novan (16).
-
Olah TKP dipimpin oleh Kapolsek Wonocolo, Kompol Naufil Hartono.
-
Tiba-tiba tersangka yang belum diketahui namanya masuk ke rumah korban sambil menenteng celurit.