Senin, 13 April 2026

Pembacokan di Jalan Jemur Wonosari

Tukang Jahit Pembacok Pria dan 2 Anaknya Terancam Hukuman Mati

#SURABAYA - Terdakwa membacokkan celurit ke Timbul hingga tewas. Dia juga membacok dua anak Timbul.

Penulis: M Taufik | Editor: Yuli
m taufik
Aziz Hariyanto (37), tukang jahit asal Probolinggo yang tinggal di Jemur Wonosari, Surabaya, saat diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, 24 Juni 2015. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Perkara pembunuhan sadis di Jemur Wonosari gang Lebar Surabaya mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (24/6/2015).

Aziz Hariyanto (37), tukang jahit asal Probolinggo yang tinggal di Jemur Wonosari, terancam hukuman mati dalam perkara ini.

Aziz adalah satu dari tiga pembunuh sadis terhadap Timbul, warga Jemur Wonosari.

Aziz bersama Mat Saat dan Hasan menyerang keluarga Timbul. Satu korban tewas dan lainnya mengalami luka parah akibat peristiwa itu

Dalam sidang perdana ini, jaksa penuntut umum (JPU) Ahmad Jaya menyerat terdakwa dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang ancaman hukumannya adalah hukuman mati.

“Ya, ancamannya hukuman mati,” ujar jaksa dari Kejari Tanjung Perak itu ditemui usai sidang.

Dipaparkan, peristiwa ini bermula dari rasa sakit hati Aziz kepada Timbul. Aziz sebelumnya membuka usaha jahit dengan mengontrak tempat milik Timbul namun selama dia kemudian pindah ke tempat lain yang jaraknya juga tidak jauh.

Permasalahan muncul saat anak buah Aziz bernama Hasan dikeroyok oleh Didik dan Noven (anak Timbul) ketika keduanya mengantar pesanan permak jeans.

Hasan kemudian mengadu ke terdakwa Aziz yang saat itu sedang di Probolinggo. Aziz pun langsung ke Surabaya untuk menuntaskan kemarahannya.

Pada 25 Febuari 2015, Aziz membawa celurit bersama ayah Hasan bernama Mat Saat untuk menemui Timbul.

Mereka ingin mengklarifikasi pemukukan terhadap Hasan. Belum sempat terjadi pembicaraan panjang, Didik dan Noven langsung menyerang dari belakang, terjadilan pertumpahan darah di sana.

Dalam peristiwa itu, terdakwa membacok Timbul hingga tewas di lokasi kejadian menggunakan celurit yang dibawanya.

Termasuk dua anak Timbul juga ikut dibantai oleh Aziz, sampai menderita luka parah dan harus menjalani perawatan serius di rumah sakit.

Usai kejadian, Aziz kabur. Tak lama setelah itu, petugas Polrestabes Surabaya berhasil menemukannya.

Aziz diringkus di tempat persembunyiannya di Banyuwangi. Sekarang, dia harus duduk di kursi pesakitan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved