Minggu, 26 April 2026

Pembacokan di Jalan Jemur Wonosari

Tetangga Korban Justru Simpati Pada Tersangka Pembunuhan

“Pak, buka jendelanya. Kami ingin melihat Aziz,” kata seorang warga, Sabtu (14/3/2015).

Penulis: Zainuddin | Editor: Titis Jati Permata
surya/m zainuddin
Warga berkerumun di mobil yang ditumpangi tersangka pembunuh Timbul, Aziz, Sabtu (14/3/2015). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Warga berkerumun di sekitar lokasi rekonstruksi pembunuhan Timbul bukannya tanpa alasan, Sabtu (14/3/2015).

Warga memberikan simpati kepada tersangka Aziz yang menjalani rekonstruksi.

Aziz sangat koperatif selama menjalani rekonstruksi. Beberapa kali Aziz memberikan gambaran saat pembacokan keluarga Timbul. Rekonstruksi ini berlangsung sekitar tiga jam.

Setelah menjalani rekonstruksi, Aziz dinaikkan mobil Innova warna hitam.

Warga langsung berkerumun di sekitar mobil. Beberapa warga minta petugas membuka jendela mobil.

“Pak, buka jendelanya. Kami ingin melihat Aziz,” kata seorang warga, Sabtu (14/3/2015).

Warga memang tidak bisa melihat wajah Aziz selama rekonstruksi berlangsung.

Aziz yang mengenakan pakaian tahanan selalu mengenakan penutup wajah.

Sampai mobil itu meninggalkan kerumuman, warga tetap tidak bisa melihat wajah Aziz.

Seorang warga, Halimah menilai Aziz sangat baik. Halimah menganggap Aziz terpaksa membacok keluarga Timbul.

Selama berada di Jalan Jemur Wonosari, Surabaya, Aziz sering membantu warga.

“Kalau anak yatim yang memperbaiki pakaian, dia tidak mau menerima upahnya,” kata Halimah.

Konteks peristiwa ini silakan baca rangkaian beritanya dalam topik Pembacokan di Jalan Jemur Wonosari

LIKE Facebook SURYA | Follow Twitter SURYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved