Berita Surabaya

Tersangka Dalam Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya Bertambah Jadi 6 Orang. Dirut PT NKE Salah Satunya

Polda Jatim menetapkan 6 tersangka dalam amblesnya Jl Raya Gubeng, Surabaya. Di antaranya adalah Direktur Utama PT NKE

Tersangka Dalam Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya Bertambah Jadi 6 Orang. Dirut PT NKE Salah Satunya
surabaya.tribunnews.com/ahmad zaimul haq
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan saat meninjau lokasi Jl Raya Gubeng yang ambles dan kini sedang dalam proses perbaikan, Selasa (22/1/2019) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur akhirnya menetapkan 6 orang sebagai tersangka dalam kasus amblesnya Jl Raya Gubeng, Surabaya. 

Dari enam tersangka itu, dua di antaranya adalah penanggung jawab pengembang proyek dari PT NKE Nusa Konstruksi Enjiniring TBK dan PT Saputra

Kapolda Jawa Timur mengatakan, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, para tersangka itu di antaranya adalah BS, dirut PT NKE ; RWn pelaksana project PT NKE ; AP, manajer PT NKE ; lalu RH, pelaksana project PT Saputra Karya ; serta LAH, structure engineering supervisor PT Saputra Karya ; dan AK, supervisor PKWT PT Saputra Karya. 

"Surat pemanggilan terhadap tersangka dilayangkan hari Senin pekan depan," jelasnya saat Prees Release di Mapolda Jatim, Rabu (23/1/2019).

Luki menjelaskan, penyebab amblesnya jalan Gubeng adalah gagal teknis pembangunan MUD di lokasi proyek basement.

Hal itu menyebabkan ketidakmampuan dinding penahan tanah yang dibor (Soldier Pile) sebelah timur menahan beban daya dorong atau tekanan lateral massa tanah.

Penyebabnya juga karena faktor kedalaman galian basement terhadap dinding penahan tanah (Soldier Pile).

"Faktor eksisting muka air tanah yang tinggi juga dapat mengurangi stabilitas dinding penahan sehingga menyebabkan jalan raya di depan Bank BNI dan toko Elizabeth ambles," ungkapnya.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan (kedua dari kanan) bersama Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan membeberkan barang bukti kasus penyebab jalan Gubeng ambles.
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan (kedua dari kanan) bersama Dirreskrimsus Polda Jatim, Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan membeberkan barang bukti kasus penyebab jalan Gubeng ambles. (surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni)

Kapolda Jatim mengungkapkan, penetapan enam tersangka ini merupakan buah dari penyelidikan terhadap 41 saksi yang berkaitan pembangunan proyek basement.

Pihaknya juga memperkuat dengan keterangan lima saksi ahli yaitu ahli Geoteknik forensik dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Geoteknik forensik dari Universitas Tarumanegara, ahli manajemen kontruksi forensik dari LPJK, ahli hukum pidana Universitas Bhayangkara Surabaya dan Labfor Mabes Polri cabang Surabaya.

Adapun barang bukti yaitu surat dokumen perizinan proyek pembangunan basement dan gedung bertingkat, alat Dewatering, alat recarging, sample tahah, pompa air, Core Drill (Capping Beam dan Soldier Pile), Ground Achour dan kunci ground Achour.

"Pasal yang disangkakan yaitu Pasal 192 ayat 1 jo 55 KUHP dan pasal 63 ayat 1 UU Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan tentang tindak pidana sengaja membuat tidak dapat dipakai bangunan jalan untuk lintas umum sehingga membahayakan dan senjaga melakukan kegiatan yang menganggu fungsi jalan," ungkap Luki.

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved