Selasa, 12 Mei 2026

Kuliner

Kedai Omahe Mbah Giyo Surabaya Sajikan Wedang, Kopi Hingga Makanan Rumahan

Kedai di dalam gang itu menghadirkan pilihan makanan ala Jawa Timuran dan Jawa Tengah.

Tayang:
Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Titis Jati Permata
Surya.co.id/Nur Ika Anisa
KULINER - Tampilan kuliner Nasi Goreng Orak Arik Kecombrang di Kedai Omahe Mbah Giyo yang terletak di Gubeng Kertajaya I Surabaya., Selasa (5/5/2026). Menu-menu viral seperti dirty latte juga hadir dengan nama yang menyesuaikan konsep kedai. 

Ringkasan Berita:
  • Omahe Mbah Giyo di Gubeng Kertajaya Surabaya hadirkan menu rumahan khas Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Yogyakarta dengan sentuhan rempah.
  • Pengunjung bisa menikmati wedang racikan lokal serta kopi seduh manual dari berbagai daerah Indonesia.
  • Pemilik Kedai Omahe Mbah Giyo, Yayuk Purba Lie dan suami rutin menciptakan resep baru, dari nasi goreng kecombrang hingga dirty latte versi kedai.

 

SURYA.co.id, SURABAYA- Kuliner rumahan ala Jawa Timur dan Jawa Tengah, wedang dan kopi seduh manual menemani pengunjung yang ada di kedai Omahe Mbah Giyo, Jalan Gubeng Kertajaya Kota Surabaya.

Kedai di dalam gang itu menghadirkan pilihan makanan ala Jawa Timuran dan Jawa Tengah.

Pembeli juga bisa menyruput racikan wedang dan kopi-kopi dari berbagi daerah Indonesia.

Konsep Kedai Rumahan

Pemilik Omahe Mbah Giyo Yayuk Purba Lie menyebut dengan konsep kedai rumahan, ia meracik menu rumahan dengan bumbu khas rempah.

Beberapa menu dibuat menyesuaikan lidah tiap daerah.

Baca juga: Omahe Mbah Giyo, Tempat Cangkruk Bernuansa Retro di Gubeng Kertajaya Surabaya

“Kami sesuaikan juga selera pasar dan tidak melenceng dengan konsep tempat. Kiblat kami di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta,” sebut Yayuk ditemui SURYA.co.id, di Kedai Omahe Mbah Giyo, Selasa (5/5/2026).

“Tidak selalu otentik, misal gudeg di Surabaya, saya buat beda. Manisnya saya kurangi, versi ada asinnya sedikit, gurihnya ditambah untuk menyiasati selera lidah di sini,” tambahnya. 

Kerap Bikin resep Baru

Yayuk menyebut selama delapan tahun, ia dan suami Johanes Budi, kerap kali membuat resep-resep baru.

Menu tetap selalu ada, sementara seperti kikil, lidah, hadir seminggu sekali.

“Satu minggu kami ganti, lidah, kikil, berongkos. Lebih ke menu tetap dan temporary kami ganti. Pakem harus selalu ada,” jelasnya.

KULINER - Tampilan kuliner Nasi Goreng Oran Arik Kecombrang di Kedai Omahe Mbah Giyo yang terletak di Gubeng Kertajaya I Surabaya., Selasa (5/5/2026). Menu-menu viral seperti dirty latte juga hadir dengan nama yang menyesuaikan konsep kedai.
KULINER - Tampilan kuliner Nasi Goreng Oran Arik Kecombrang di Kedai Omahe Mbah Giyo yang terletak di Gubeng Kertajaya I Surabaya., Selasa (5/5/2026). Menu-menu viral seperti dirty latte juga hadir dengan nama yang menyesuaikan konsep kedai. (Surya.co.id/Nur Ika Anisa)

Sementara Johanes Budi menyebut, menu-menu viral seperti dirty latte hadir dengan nama yang menyesuaikan konsep kedai.

Ngopi dan Wedangan

Wedang dengan berbagai, sumeleh hingga moctail, menjadi pilihan makanan.

Selain itu ada makanan seperti nasi goreng, nasi daun pepaya, donat, kentang goreng dan masih banyak lainnya.

“Biasanya kalau orang-orang kesini lebih sering ngopi dan wedangan. Seimbang. Konsepnya bisnis misal minum kopi, camilan nah nanti siang makanan setengah berat,” sebutnya.

Target Market Keluarga

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved