Rabu, 3 Juni 2026

Program Bunda Puspa Gresik 2026 Jangkau 80 Desa untuk Tekan Kemiskinan

Program Bunda Puspa Gresik 2026 diperluas ke 80 desa di 8 kecamatan untuk menekan kemiskinan, stunting dan memperkuat ekonomi perempuan.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumentasi Humas Pemkab Gresik
BUNDA PUSPA GRESIK - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, saat memberikan bantuan alat kepada perempuan usaha di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, beberapa tahun lalu.Pemerintah Kabupaten Gresik memperluas cakupan Program Bunda Puspa (Bantuan untuk Pemberdayaan Perempuan Usaha dan Pendidikan Anak) pada 2026. 

Pada tahun ini, pendampingan peserta dilakukan bekerja sama dengan Universitas Ciputra Surabaya.

“Tahun ini kita bekerja sama dengan Universitas Ciputra Surabaya, dan tahun depan direncanakan memperluas kolaborasi dengan universitas-universitas lokal di Kabupaten Gresik,” ujar Washil.

Jangkauan Program Naik Signifikan

Sementara itu, Kepala Dinas KBPPPA Kabupaten Gresik, Titik Ernawati, menjelaskan Program Bunda Puspa telah berjalan sejak 2022.

Menurutnya, selama 4 tahun pelaksanaan, program baru menjangkau 24 desa. Pada 2026, cakupan diperluas secara signifikan menjadi 80 desa di delapan kecamatan.

Capaian dan Perluasan Program:

  • Mulai berjalan sejak 2022
  • Empat tahun pertama menjangkau 24 desa
  • Tahun 2026 diperluas menjadi 80 desa
  • Menjangkau 10 desa di masing-masing kecamatan sasaran

Perluasan tersebut dilakukan, agar semakin banyak perempuan dan keluarga yang mendapatkan manfaat program.

Fokus pada Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi

Titik menjelaskan Bunda Puspa memiliki dua komponen utama, yakni pembelajaran umum dan pemberdayaan ekonomi.

Materi pembelajaran meliputi:

  • Konsep gender
  • Perlindungan anak
  • Ketahanan keluarga
  • Peran perempuan dalam pembangunan desa
  • Kewirausahaan

Sementara pada aspek ekonomi, peserta mendapatkan pelatihan dan pendampingan usaha yang disesuaikan dengan potensi masing-masing.

“Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga menjadi pelaku utama yang mampu menggerakkan ekonomi keluarga dan pembangunan desa,” tegas Titik.

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved