Menteri Sosial Gus Ipul Ingatkan Tantangan Indonesia Emas 2045
Kementerian Sosial (Kemensos) menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Kerja sama Kemensos-UINSA, fokus pada monitoring, evaluasi, dan pendampingan lembaga kesejahteraan sosial seperti panti asuhan, lansia, dan disabilitas agar profesional dan terakreditasi.
- Mahasiswa diterjunkan untuk membantu memastikan prosedur, legalitas, dan transparansi pengelolaan lembaga sosial.
- Gus Ipul ingatkan wisuda sebagai transisi menuju tanggung jawab sosial. Rektor Muzakki dorong lulusan membangun “algoritma kebajikan” dan siap menghadapi tekanan dunia kerja.
SURYA.co.id, SURABAYA - Kementerian Sosial (Kemensos) menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Sabtu (9/5/2026).
Kerja sama yang berlangsung di Gedung KH Saifuddin Zuhri UINSA itu memuat penguatan pengawasan dan pendampingan lembaga kesejahteraan sosial (LKS).
Monitoring dan Evaluasi Lembaga Kesejahteraan Sosial
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan kerja sama tersebut difokuskan pada monitoring dan evaluasi lembaga kesejahteraan sosial.
Lembaga tersebut meliputi mulai dari panti asuhan, panti lansia, hingga lembaga bagi penyandang disabilitas.
Baca juga: Satu Siswa Sekolah Rakyat Jombang Mundur, Dinas Sosial Cari Penggantinya Sesuai Ini
Harapannya, kolaborasi tersebut dapat menghasilkan lembaga yang profesional, taat prosedur, dan benar-benar menjadi tempat aman bagi masyarakat yang dilayani.
“Kita memang akan ada beberapa kerja sama dengan UINSA untuk beberapa kegiatan. Salah satunya monitoring dan evaluasi untuk lembaga kesejahteraan sosial,” kata pria yang akrab disapa Gus Ipul itu di sela acara.
Legalitas Jelas dan Terakreditasi
Menurutnya, Kemensos ingin seluruh lembaga kesejahteraan sosial memiliki legalitas yang jelas, terakreditasi, dan dikelola sumber daya manusia yang memadai.
Selain itu, pengelolaan pendanaan lembaga juga harus transparan dan dapat diawasi bersama.
“Kami ingin lembaga-lembaga kesejahteraan sosial seperti panti asuhan, panti lansia, maupun lembaga untuk penyandang disabilitas berbenah agar mengikuti prosedur yang benar. Bagaimana mereka beroperasi, memiliki izin, dan terakreditasi,” ujarnya.
Proses Kerja Sama
Ia menegaskan, jangan sampai lembaga kesejahteraan sosial justru menjadi tempat yang tidak aman dan gagal memberikan rehabilitasi maupun pemberdayaan kepada penghuninya.
"Jangan sampai bukan melindungi, tetapi justru merusak masa depan mereka yang berada di sana,” katanya.
Dalam kerja sama itu, UINSA akan dilibatkan dalam pendampingan, monitoring, evaluasi, edukasi, hingga advokasi kepada pengelola lembaga kesejahteraan sosial.
Mahasiswa juga akan diterjunkan untuk membantu memastikan seluruh prosedur dan persyaratan dipenuhi.
Untuk tahap awal, program tersebut diterapkan lebih dahulu di Jawa Timur.
Miliki SDM Memadai
| Festival Rujak Uleg, Pengunjung Bisa Parkir di Surabaya Expo Center |
|
|---|
| 3 Curhat Pilu Menantu Bunuh Mertua di Mojokerto, Ini Ucapan Istri yang Bikin Pelaku Sakit Hati |
|
|---|
| Gubernur Jatim : Karantina Terpadu Kuatkan PAD dan Perlancar Alur Ekspor Impor |
|
|---|
| 2 Pemain Persebaya Surabaya Absen Lawan Persis Solo, Bruno Moreira Bakal Jadi Starter |
|
|---|
| Pikap Hantam Dua Motor di Tikung Lamongan, Tiga Orang Terluka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/UINSA-Surabaya-pada-monitoring-dan-evaluasi-lembaga-kesejahteraan-sosial.jpg)