Jumat, 8 Mei 2026

Sidoarjo Didorong Kelola Parkir Pakai AI untuk Cegah Kebocoran PAD

DPRD Sidoarjo dorong penerapan smart CCTV dan AI untuk hitung kendaraan otomatis demi dongkrak PAD dari sektor parkir.

Tayang:
Penulis: M Taufik | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/M Taufik
PENGELOLAAN PARKIR – Beberapa Anggota DPRD Sidoarjo saat hadir dalam acara sosialisasi dan pembinaan petugas parkir se-Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (3/4/2026). Dewan mendesak agar pengelolaan parkir menggunakan sistem teknologi yang modern dan terintegrasi. 

Ringkasan Berita:
  • DPRD Sidoarjo mengusulkan penggunaan Smart CCTV dan Artificial Intelligence (AI) untuk mengelola parkir secara akurat.
  • Teknologi Vehicle Counting Camera akan digunakan untuk menghitung jumlah dan jenis kendaraan secara real-time.
  • Langkah ini diambil untuk mencegah kebocoran retribusi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sidoarjo.

 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Tata kelola parkir di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), kini tengah dipersiapkan untuk bertransformasi ke sistem digital berbasis teknologi mutakhir.

Setelah sempat kembali ke sistem manual, kalangan DPRD Sidoarjo kini mendesak pemerintah daerah untuk segera menerapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Smart CCTV.

Langkah ini dinilai mendesak, guna memastikan akurasi data kendaraan dan meminimalisir potensi kebocoran retribusi yang selama ini menjadi sorotan.

Dorong Penggunaan Vehicle Counting Camera

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Zakaria Dimas Pratama, menegaskan bahwa infrastruktur parkir harus diiringi dengan sistem teknologi terintegrasi.

Pihaknya mendorong penggunaan vehicle counting camera yang dibekali kecerdasan buatan, untuk mempermudah pemantauan di lapangan.

  • Mampu menghitung jumlah kendaraan yang masuk secara otomatis.
  • Memisahkan jenis kendaraan secara akurat antara sepeda motor dan mobil.
  • Menyediakan data okupansi slot parkir secara real-time.
  • Terhubung langsung ke dashboard monitoring Dinas Perhubungan (Dishub).

"Dengan sistem yang bagus dan terintegrasi, pengawasan menjadi lebih efektif dan potensi kebocoran retribusi bisa ditekan," ujar Dimas di sela pembinaan petugas parkir se-Kabupaten Sidoarjo, Jumat (3/4/2026).

Fokus pada Integritas Juru Parkir

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo, Budi Basuki, menyambut baik usulan transformasi teknologi tersebut.

Namun, ia menekankan bahwa integritas petugas di lapangan tetap menjadi fondasi utama dalam pembenahan sektor ini.

Dishub Sidoarjo kini mewajibkan juru parkir bekerja sesuai aturan, menggunakan atribut resmi, dan menarik retribusi sesuai tarif yang berlaku.

Dinamika Pengelolaan Parkir di Sidoarjo

Sistem parkir di Sidoarjo memiliki riwayat panjang yang diwarnai sejumlah polemik. Awalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menerapkan sistem "Parkir Berlangganan" yang dibayar bersamaan dengan pajak kendaraan. Namun, sistem ini dihentikan pada 2019/2020, karena maraknya keluhan masyarakat yang tetap ditarik uang oleh juru parkir liar.

Pengelolaan parkir di Sidoarjo sebelumnya sempat dikerjasamakan dengan pihak ketiga (PT ISS), namun kerja sama tersebut berakhir dengan berbagai dinamika regulasi.

Transisi kembali ke pengelolaan manual oleh Dishub, menuntut adanya sistem pengawasan yang lebih ketat agar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tetap tercapai secara optimal.

Anggota Komisi B DPRD Sidoarjo, Supriyono, menambahkan bahwa tanpa transparansi digital, pengawasan manual akan terus menemui celah kebocoran yang merugikan daerah.

Tips dan Imbauan untuk Masyarakat

Bagi warga Sidoarjo yang menggunakan jasa parkir, disarankan untuk selalu meminta karcis resmi kepada petugas sebagai bentuk dukungan terhadap transparansi PAD.

Laporkan jika menemukan oknum juru parkir yang menarik tarif di luar ketentuan, atau tidak menggunakan atribut resmi melalui kanal pengaduan resmi Dishub Sidoarjo.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved