Jumat, 8 Mei 2026

Tips Aman Konsumsi Kue Lebaran, Pakar Unair Ingatkan Cek Warna dan Kemasan

Pakar gizi Unair mengingatkan masyarakat mewaspadai kue kering berwarna mencolok jelang Lebaran.

Tayang:
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Wiwit Purwanto
Sajian Sedap
KUE LEBARAN - Ilustrasi kue nastar Pakar gizi Unair mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan beberapa indikator kualitas kue kering sebelum membelinya, salah satunya dari tampilan warna produk. 

Ringkasan Berita:
  • Pakar gizi Unair minta warga waspadai kue kering berwarna terlalu mencolok.
  • Konsumen juga diminta mengecek aroma, kemasan, dan tanggal kedaluwarsa.
  • Kue kering disarankan dikonsumsi secukupnya dengan prinsip jenis, jumlah, jadwal

 

SURYA.CO.ID, Surabaya – Suguhan kue kering seolah telah menjadi tradisi yang tak terpisahkan dalam merayakan momen Idulfitri di Indonesia. Mulai dari nastar, kastengel,

hingga putri salju biasanya tersaji di meja tamu sebagai kudapan khas yang dinantikan keluarga maupun tamu yang berkunjung.

Namun di balik kelezatannya, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam memilih kue kering agar tetap aman dikonsumsi.

Ahli gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (Unair), Mahmud Aditya Rifqi, S.Gz., M.Si., Ph.D, mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan beberapa indikator kualitas kue kering sebelum membelinya, salah satunya dari tampilan warna produk.

Bahan Tambahan Pangan 

Ia menjelaskan bahwa penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pengawet, pemanis, maupun pewarna sebenarnya diperbolehkan oleh regulasi selama masih sesuai dengan jenis dan batas aman yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan otoritas pengawas pangan. 

Baca juga: Kue Apang Khas Bugis yang Laris Manis Diburu Warga Pare Kediri Jelang Berbuka Puasa

Namun masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan adanya bahan tambahan ilegal yang digunakan oleh produsen yang tidak bertanggung jawab.

“Jika warna kue tampak sangat mencolok atau tidak natural, sebaiknya dihindari. Selain visual, indra perasa juga menjadi indikator penting. Jika saat dicicipi kue sudah mengeluarkan rasa atau aroma tengik, itu pertanda lemak dalam kue telah teroksidasi dan sebaiknya jangan dikonsumsi sebagai kudapan Lebaran,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Selain tampilan produk, Mahmud menekankan pentingnya memperhatikan aspek kemasan dan keamanan produk. Menurutnya, kualitas kue kering tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga oleh cara pengemasan yang baik untuk mencegah kontaminasi.

Ia menyarankan konsumen untuk selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa maupun keterangan best before yang tercantum pada label. 

Baca juga: UMKM akan Pasok 39 Ribu Pasang Slipper dan Bahan Pangan Setelah Pemkot Surabaya Gandeng 38 Hotel

Kondisi kemasan juga perlu diperhatikan, terutama pada produk yang dijual di tempat terbuka seperti pasar atau pinggir jalan yang berpotensi terpapar polusi.

“Pastikan kemasan tidak bocor, pecah, atau retak. Adanya izin edar akan memberikan keyakinan lebih bahwa produk tersebut memang masih segar dan layak konsumsi karena telah melalui pengawasan,” jelasnya.

Bagi produk UMKM atau industri rumahan, ia menegaskan bahwa standar keamanan tetap harus diperhatikan. Wadah produk sebaiknya dalam kondisi tersegel rapat sejak dari produsen agar kualitas kue tetap terjaga hingga sampai ke tangan konsumen.

Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan untuk tetap mengontrol konsumsi kue kering selama momen Lebaran. 

Mahmud menyarankan penerapan prinsip 3J, yakni jenis, jumlah, dan jadwal, untuk membantu mengatur asupan makanan. 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved