Rabu, 15 April 2026

Dukung Kesehatan Anak Sejak Dini, Perkuat Laskar Cegah Stunting di Kabupaten Gresik

Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik bersama Cargill Gresik kembali menggelar peningkatan pengetahuan bagi kader Laskar Cegah Stunting

Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata

Ringkasan Berita:

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik bersama Cargill Gresik kembali menggelar peningkatan pengetahuan bagi kader Laskar Cegah Stunting, wilayah Kecamatan Manyar, di Aula Balai Desa Peganden. 

Kegiatan tersebut diharapkan, bisa mendukung generasi emas Indonesia dengan mencegah stanting sejak dini. 

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Anik Lutfiyah, M.Ked.Trop., mengatakan, kegiatan peningkatan pengetahuan bagi Laskar Cegah Stunting mengangkat tema Shared Learning Laskar Cegah Stunting melibatkan  42 kader dari 6 desa. 

Baca juga: Stunting Menurun, Jatim Tetap Genjot Percepatan untuk Kejar Target Nasional 2045

"Para kader mengikuti kegiatan yang berfokus pada peningkatan literasi dan kemampuan mendeteksi tumbuh kembang anak, dengan mengoptimalkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai alat pemantauan," kata dr. Anik Lutfiyah, kepada wartawan, Sabtu (29/11/2025).

Tingkatkan Pengetahuan Laskar Cegah Stunting

Lebih lanjut dr. Anik menambahkan, kegiatan tersebut diadakan bersama Dinas Kesehatan Gresik dengan mitra pelaksana program Penala Samahita Pharma.

Sehingga, diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan bagi Laskar Cegah Stunting dalam pencegahan dini, sebab menjadi kunci penanganan stunting.

Baca juga: Kota Blitar Raih Insentif Dana Fiskal Rp 6,4 Miliar untuk Penanganan Stunting

“Kunci pencegahan stunting adalah pengetahuan untuk mendeteksi pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dalam kandungan sampai pertumbuhan bayi. Pengetahuan itu sudah terangkum dalam KIA (Buku Kesehatan Ini dan Anak) yang dipegang setiap ibu hamil,” imbuhnya. 

Oleh karena itu, dr. Anik, menegaskan, riwayat tumbuh kembang anak yang tercatat di Buku KIA menjadi informasi penting bagi tenaga kesehatan untuk menganalisis risiko stunting.

Sehingga, pentingnya pencatatan yang rapi dan konsisten oleh orang tua, didampingi kader Laskar Cegah Stunting dan tenaga kesehatan.

“Buku KIA ibarat catatan sejarah. Orang tua bisa melihat kembali bagaimana kondisi bayinya dari waktu ke waktu. Namun, pemahaman ini tetap harus dipandu, terutama oleh kader kesehatan di desa,” katanya.

Perlu Terus Dilatih Agar Pemahaman Setara

Oleh karena itu, dr. Anik menambahkan, kader kesehatan seperti Laskar Cegah Stunting perlu terus dilatih pengetahuannya, agar pemahaman setara dengan para bidan desa. 

“Ini bagian dari literasi kesehatan. Kader Laskar Cegah Stunting harus mampu mendampingi para ibu hamil dan ibu balita dalam memahami dan menggunakan Buku KIA,” tegasnya.

Sementara Admin and Relations Manager PT Cargill Indonesia – Cocoa & Chocolate Gresik, Adi Suprayitno, mengatakan, penguatan kapasitas kader Laskar Cegah Stunting merupakan salah satu fokus utama program CSR Cargill.

Selama tiga tahun terakhir, perusahaan  aktif mendukung aksi pencegahan stunting di enam desa sasaran di Kecamatan Manyar.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved