Dukung Kesehatan Anak Sejak Dini, Perkuat Laskar Cegah Stunting di Kabupaten Gresik
Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik bersama Cargill Gresik kembali menggelar peningkatan pengetahuan bagi kader Laskar Cegah Stunting
Penulis: Willy Abraham | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Pengetahuan kader Laskar Cegah Stunting, wilayah Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik terus ditingkatkan. Hal ini diharapkan bisa mendukung generasi emas Indonesia dengan mencegah stunting sejak dini.
- Kegiatan peningkatan pengetahuan Laskar Cegah Stunting ini diinisiasi Dinas Kesehatan Gresik, diikuti 42 kader dari 6 desa
- Kader Laskar Cegah Stunting harus mampu mendampingi para ibu hamil dan ibu balita dalam memahami dan menggunakan Buku KIA,
SURYA.CO.ID, GRESIK - Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik bersama Cargill Gresik kembali menggelar peningkatan pengetahuan bagi kader Laskar Cegah Stunting, wilayah Kecamatan Manyar, di Aula Balai Desa Peganden.
Kegiatan tersebut diharapkan, bisa mendukung generasi emas Indonesia dengan mencegah stanting sejak dini.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Anik Lutfiyah, M.Ked.Trop., mengatakan, kegiatan peningkatan pengetahuan bagi Laskar Cegah Stunting mengangkat tema Shared Learning Laskar Cegah Stunting melibatkan 42 kader dari 6 desa.
Baca juga: Stunting Menurun, Jatim Tetap Genjot Percepatan untuk Kejar Target Nasional 2045
"Para kader mengikuti kegiatan yang berfokus pada peningkatan literasi dan kemampuan mendeteksi tumbuh kembang anak, dengan mengoptimalkan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sebagai alat pemantauan," kata dr. Anik Lutfiyah, kepada wartawan, Sabtu (29/11/2025).
Tingkatkan Pengetahuan Laskar Cegah Stunting
Lebih lanjut dr. Anik menambahkan, kegiatan tersebut diadakan bersama Dinas Kesehatan Gresik dengan mitra pelaksana program Penala Samahita Pharma.
Sehingga, diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan bagi Laskar Cegah Stunting dalam pencegahan dini, sebab menjadi kunci penanganan stunting.
Baca juga: Kota Blitar Raih Insentif Dana Fiskal Rp 6,4 Miliar untuk Penanganan Stunting
“Kunci pencegahan stunting adalah pengetahuan untuk mendeteksi pertumbuhan dan perkembangan anak sejak dalam kandungan sampai pertumbuhan bayi. Pengetahuan itu sudah terangkum dalam KIA (Buku Kesehatan Ini dan Anak) yang dipegang setiap ibu hamil,” imbuhnya.
Oleh karena itu, dr. Anik, menegaskan, riwayat tumbuh kembang anak yang tercatat di Buku KIA menjadi informasi penting bagi tenaga kesehatan untuk menganalisis risiko stunting.
Sehingga, pentingnya pencatatan yang rapi dan konsisten oleh orang tua, didampingi kader Laskar Cegah Stunting dan tenaga kesehatan.
“Buku KIA ibarat catatan sejarah. Orang tua bisa melihat kembali bagaimana kondisi bayinya dari waktu ke waktu. Namun, pemahaman ini tetap harus dipandu, terutama oleh kader kesehatan di desa,” katanya.
Perlu Terus Dilatih Agar Pemahaman Setara
Oleh karena itu, dr. Anik menambahkan, kader kesehatan seperti Laskar Cegah Stunting perlu terus dilatih pengetahuannya, agar pemahaman setara dengan para bidan desa.
“Ini bagian dari literasi kesehatan. Kader Laskar Cegah Stunting harus mampu mendampingi para ibu hamil dan ibu balita dalam memahami dan menggunakan Buku KIA,” tegasnya.
Sementara Admin and Relations Manager PT Cargill Indonesia – Cocoa & Chocolate Gresik, Adi Suprayitno, mengatakan, penguatan kapasitas kader Laskar Cegah Stunting merupakan salah satu fokus utama program CSR Cargill.
Selama tiga tahun terakhir, perusahaan aktif mendukung aksi pencegahan stunting di enam desa sasaran di Kecamatan Manyar.
| Korban Pelecehan Grup Chat 16 Mahasiswa FH UI Tak Cuma Mahasiswi, Tapi juga 7 Dosen |
|
|---|
| Warga Diminta Waspada Penipuan, Pemkab Gresik : Tidak Ada Rekrutmen CPNS 2026 |
|
|---|
| Update Misteri Bocah 4 Tahun di Madiun Hilang, Ditemukan Tewas di Kubangan Galian C |
|
|---|
| KRONOLOGI Pengendara Motor Wanita Tewas Usai Hantam Truk di Menganti Gresik |
|
|---|
| Musrenbang Pemprov Jatim 2027 Resmi Dibuka, Wagub Emil Dardak : Layanan Dasar Jadi Prioritas |
|
|---|