Dukung Ekonomi Kerakyatan, Petrokimia Gresik Lakukan Program Tameng dan Lontar
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tawangargo Smart-Eco Farming Village (TAMENG)
Penulis: Sugiyono | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, GRESIK - PT Petrokimia Gresik (PTPG) perusahaan anggota holding PT Pupuk Indonesia (PTPI) aktifnya mendorong pengembangan desa secara berkelanjutan.
Hal itu dilakukan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tawangargo Smart-Eco Farming Village (TAMENG) dan program TJSL Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar (Lontar).
Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Nuril Huda mengatakan, PTPG memiliki komitmen untuk terus tumbuh bersama masyarakat melalui program TJSL yang berlandaskan semangat berkelanjutan, begitu juga untuk program Tameng maupun Lontar.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk menjalankan program TJSL yang semakin inovatif. Melalui program Tameng dan Lontar, Petrokimia Gresik memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk menghadirkan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan," kata Nuril dalam rilis Humas PTPG, Senin (6/10/2025).
Baca juga: Dukung RI Jadi Lumbung Pangan Dunia, Petrokimia Gresik Siapkan Pupuk Bersubsidi Sampai Maret 2026
Lebih lanjut Nuril menambahkan, adapun implementasi Tameng telah berhasil menjadi solusi pertanian hortikultura dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
"Program tersebut dinilai mampu mendongkrak produktivitas ini sekarang bertransformasi menjadi Living Lab pertama berbasis masyarakat sebagai Model Kolaborasi Inklusif dalam Inovasi Berkelanjutan yang dikembangkan oleh petani binaan Petrokimia Gresik di Kabupaten Malang," katanya.
Baca juga: Angkat Budaya Indonesia, Petrokimia Gresik Libatkan UMKM Batik Berjualan di Pameran Internasional
Menurutnya, Living Lab digerakkan langsung oleh masyarakat. Petani bukan hanya menjadi objek, tapi bertindak sebagai subjek yang melakukan penelitian dan uji coba nyata untuk pertanian berkelanjutan.
Sebagai Living Lab, Tameng telah menjadi wadah bagi petani, peneliti, mahasiswa, hingga komunitas untuk duduk bersama menghadirkan solusi pertanian.
Sehingga, ide-ide diuji, teknologi sederhana diterapkan, dan inovasi lahir dari upaya bersama untuk membuat perubahan.
Baca juga: Ciptakan Sumber Energi Dari Gas Buang Pabrik, Petrokimia Gresik Perkuat Misi Swasembada Pangan
Berbagai kolaborasi dilakukan dengan tujuan meningkatkan praktik pertanian berkelanjutan.
"Melalui transformasi, Alhamdulilah Tawangargo sekarang berkembang menjadi research center berbasis komunitas dari yang awalnya desa penghasil hortikultura. Tawangargo menjadi inspirasi bahwa masa depan pertanian Indonesia bisa dimulai dari desa," imbuhnya.
Sementara itu, Lontar lahir dari sebuah pelatihan kue kering dan basah yang diadakan PTPG dengan mendatangkan pemateri kompeten.
Dari pelatihan tersebut, ibu-ibu perwakilan dari tujuh kelurahan dan satu desa sekitar perusahaan mulai membentuk kelompok usaha kecil yang kemudian berkembang menjadi Lontar.
Program Lontar saat ini telah aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan besar, seperti pengadaan konsumsi untuk kunjungan industri Perusahaan, Cokro Ekraf di Jalan HOS Cokroaminoto, Gresik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik.
Selain itu, kejuaraan voli Kapolri Cup, Bhayangkari Cup, LIVOLI, jalan sehat, serta kegiatan-kegiatan lainnya.
Keikutsertaan dalam berbagai acara ini membuktikan bahwa produk-produk hasil UMK binaan Lontar semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat luas.
"Kami berharap program-program TJSL yang telah kami inisiasi dapat diadopsi oleh masyarakat luas. Dengan demikian, manfaat yang didapatkan semakin besar lagi," pungkasnya.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
| Sosok Jahmada Girsang, Pengacara Rismon Sianipar yang Debat Panas dengan Refly Harun di TV |
|
|---|
| Fakta Pertemuan Rismon Sianipar Vs Roy Suryo Usai Pecah Kongsi, Saling Tuding Bohong, Refly Emosi |
|
|---|
| Curhat Pengusaha Laundry di Kabupaten Banyuwangi : Biaya Kebutuhan Produksi Naik |
|
|---|
| Alasan Tersangka Penusukan Nus Kei Dijerat Pembunuhan Berencana, Hendrikus Rahayaan Sempat Galau |
|
|---|
| Rekam Jejak Mayor Windra Sanur, Perwira TNI yang Pindah Tugas Setelah 7 Tahun Jadi Paspampres Jokowi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/program-Tanggung-Jawab-Sosial-dan-Lingkungan-Senin-6102025.jpg)