Selasa, 21 April 2026

Bangunan Ponpes di Sidoarjo Ambruk

Basarnas : Korban Hidup di Bawah Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Bisa Bertahan 72 Jam Lebih

Upaya evakuasi korban reruntuhan gedung di kompleks pondok pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo, terus berlangsung

Penulis: M Taufik | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id/M Taufik
PROSES EVAKUASI - Petugas gabungan dari Basarnas dan sejumlah pihak masih terus melakukan upaya evakuasi terhadap para korban bangunan roboh di kompleks Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, Selasa (30/9/2025) malam. Sedikitnya ada sekira 15 titik korban terdeteksi di bawah reruntuhan gedung tiga lantai itu. 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO - Upaya evakuasi korban reruntuhan gedung di kompleks pondok pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo, terus berlangsung, Rabu (1/10/2025). 

Sedikitnya ada sekira 15 titik korban terdeteksi di bawah reruntuhan gedung tiga lantai itu. 

Dari 15 titik itu, jumlahnya ditaksir bisa mencapai sekitar 90 orang. 

Namun, Tim SAR belum berani memastikan jumlah pasti korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan. 

Cuma dipastikan, sebagian mereka masih hidup. Bahkan beberapa korban terus bisa berkomunikasi dengan tim SAR yang berusaha menolongnya. Namun belum bisa dievakuasi lantaran masih terjepit reruntuhan beton.  

Menurut Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafi, saat ini para korban dengan status kesadaran merah (korban yang masih bisa berkomunikasi) memungkinkan untuk bertahan lebih dari batas waktu krusial 72 jam pascakejadian.

Baca juga: Perjuangan Santri Ponpes Al Khoziny Bertahan Hidup di Reruntuhan, Rela Amputasi hingga Muntah Darah

"Tim dapat mencapai korban melalui celah-celah di bawah reruntuhan. Selama mendapatkan suplai makan minum serta infus, maka memungkinkan korban dapat bertahan lebih lama alias lebih dari batas waktu krusial 72 jam," kata Syafii di sela memantau jalannya evakuasi, Rabu (1/10/2025).

Sejauh ini kondisi para korban itu masih memberikan tanda-tanda kehidupan serta mendapatkan suplai oksigen, makan minum, hingga infus dan vitamin serta obat-obatan dari petugas. 

Baca juga: Kegelisahan Saputro, Ayah Santri di Al Khoziny Sidoarjo : Mudah-mudahan Anak Saya Selamat

Dalam operasi SAR ini, disebutnya bahwa pihaknya akan terus memprioritaskan para korban dengan status kesadaran merah untuk terus mendapatkan suplai-suplai vital tersebut sembari menanti upaya tim SAR gabungan untuk menembus reruntuhan.

Disebutnya, personil yang hadir dalam proses evakuasi kali ini berjumlah 379 personil yang berasal dari 65 instansi berbeda.

Menurut Kepala Subdirektorat Pengarahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Basarnas, Emi Freezer, sampai hari ketiga pencarian, tim penyelamatan gabungan menemukan 15 titik korban di bawah reruntuhan bangunan. 

Baca juga: Kronologi Lantai 3 Ponpes Di Sidoarjo Ambruk, Timpa Ratusan Santri Salat Ashar, Seperti Bergoyang

Dari 15 titik tersebut, delapan korban diantaranya dalam tingkat kesadaran warna hitam alias tidak bisa berkomunikasi.

Sementara tujuh lainnya berada di tingkat kesadaran merah atau masih bisa berkomunikasi dengan petugas. 

Freezer menyebut bahwa hingga kini tim penyelamatan gabungan telah berhasil mengevakuasi 11 korban dari bawah reruntuhan. Dari 11 korban tersebut tiga diantaranya meninggal dunia. 

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved