Lapsus
Curhat Pedagang Pasar Wonokromo, Ramadan 2026 Pembeli Tidak Seramai Dulu
Kondisi pasar tradisional terbesar di Kota Pahlawan itu terlihat lebih lengang dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Wiwit Purwanto
Cabai kecil tercatat sebagai komoditas dengan harga tertinggi, namun masih dalam kisaran wajar dibandingkan fluktuasi pada momen-momen besar sebelumnya.
Meski harga relatif aman, tantangan utama para pedagang kini bukan lagi soal pasokan atau kenaikan harga, melainkan perubahan perilaku konsumen.
Digitalisasi dan kemudahan belanja online membuat pasar tradisional harus beradaptasi agar tetap bertahan di tengah persaingan.
Pedagang berharap ada upaya pembenahan fasilitas pasar, termasuk kebersihan dan penataan stan, agar minat masyarakat untuk kembali berbelanja langsung ke pasar tradisional bisa meningkat, terutama di momen Ramadan yang biasanya identik dengan lonjakan kebutuhan bahan pokok.
"Harapan kami ya tentu itu. Pemerintah bisa bantu, agar minat belanja ke pasar itu dilakukan masyarakat lagi. Entah dibenahi dari mekanisme kebersihannya atau penataan lapaknya, terserah, yang penting kami jangan sampai sepi pembeli," harap Ayu.
Pedagang Pasar Wonokromo
Pasar Wonokromo
Ramadan
Ramadan 2026
Meaningful
surabaya.tribunnews.com
SURYA.co.id
| Jumlah Pasien Akibat Kecanduan Gawai di RSJ Tiap Tahun Mengalami Kenaikan |
|
|---|
| NEWS ANALISIS - Adiksi Gawai Berakibat Klinis |
|
|---|
| Anak 3 Tahun Kecanduan Gawai Susah Dikontrol, Sheila Cemas Si Buah Hati Jadi Pemarah |
|
|---|
| Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi di Eks Dolly Fokus Masyarakat Terdampak |
|
|---|
| Batik Karya PJ Collection sempat Dipakai Pelantikan Walikota Risma |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/lapsus-pasar-1.jpg)