Kamis, 30 April 2026

Lapsus

Curhat Pedagang Pasar Wonokromo, Ramadan 2026 Pembeli Tidak Seramai Dulu

Kondisi pasar tradisional terbesar di Kota Pahlawan itu terlihat lebih lengang dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Fikri Firmansyah
KONDISI PASAR - Kondisi salah satu lorong di Pasar Wonokromo, Surabaya, saat puasa hari ke-10 pada Ramadan 2026. Pedagang mengaku bahwa aktivitas jual beli lebih ramai di tahun 2020 ke bawah dari pada saat ini. 

Cabai kecil tercatat sebagai komoditas dengan harga tertinggi, namun masih dalam kisaran wajar dibandingkan fluktuasi pada momen-momen besar sebelumnya.

Meski harga relatif aman, tantangan utama para pedagang kini bukan lagi soal pasokan atau kenaikan harga, melainkan perubahan perilaku konsumen. 

Digitalisasi dan kemudahan belanja online membuat pasar tradisional harus beradaptasi agar tetap bertahan di tengah persaingan.

Pedagang berharap ada upaya pembenahan fasilitas pasar, termasuk kebersihan dan penataan stan, agar minat masyarakat untuk kembali berbelanja langsung ke pasar tradisional bisa meningkat, terutama di momen Ramadan yang biasanya identik dengan lonjakan kebutuhan bahan pokok.

"Harapan kami ya tentu itu. Pemerintah bisa bantu, agar minat belanja ke pasar itu dilakukan masyarakat lagi. Entah dibenahi dari mekanisme kebersihannya atau penataan lapaknya, terserah, yang penting kami jangan sampai sepi pembeli," harap Ayu.

 

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved