Minggu, 12 April 2026

Lapsus

Curhat Pedagang Pasar Wonokromo, Ramadan 2026 Pembeli Tidak Seramai Dulu

Kondisi pasar tradisional terbesar di Kota Pahlawan itu terlihat lebih lengang dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi.

|
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Wiwit Purwanto
Surya.co.id/Fikri Firmansyah
KONDISI PASAR - Kondisi salah satu lorong di Pasar Wonokromo, Surabaya, saat puasa hari ke-10 pada Ramadan 2026. Pedagang mengaku bahwa aktivitas jual beli lebih ramai di tahun 2020 ke bawah dari pada saat ini. 

Ringkasan Berita:
  • Kondisi lebih lengang dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi.
  • Di beberapa sudut pasar, kondisi juga terlihat kurang terawat dengan area yang kumuh dan kotor.
  • Banyak konsumen kini memilih berbelanja secara online melalui media sosial.
  • omzet yang didapat jauh menurun dibandingkan masa sebelum pandemi Covid-19.

 

SURYA.co.id SURABAYA – Memasuki puasa hari ke-10 pada Ramadan 2026, harga bahan pokok (bapok) di Pasar Wonokromo Surabaya terpantau cenderung stabil, Sabtu (28/2/26).

Namun, kondisi pasar tradisional terbesar di Kota Pahlawan itu terlihat lebih lengang dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi.

Pantauan SURYA.co.id di lapangan menunjukkan aktivitas jual beli tidak seramai biasanya. Sejumlah lorong pasar tampak sepi, bahkan beberapa stan terlihat tutup dan tidak berpenghuni. 

Di beberapa sudut pasar, kondisi juga terlihat kurang terawat dengan area yang kumuh dan kotor.

Pasar Kurang Terawat

Ayu, salah satu pedagang bahan pokok di Pasar Wonokromo, mengaku kondisi seperti saat ini, terutama pada momen ramadan, memang sudah berlangsung sejak tahun lalu.

Baca juga: Jadwal Pasar Murah Pemkot Surabaya Ada Di 93 Titik, Harga Lebih Murah Dari Pasar

“Kalau harga sendiri cenderung normal dan stabil. Tapi pembeli tidak seramai dulu, tepatnya di tahun sebelum ada pandemi mas,” ujar Ayu.

Menurutnya, perubahan pola belanja masyarakat menjadi salah satu faktor utama turunnya jumlah pembeli di pasar tradisional.

Banyak konsumen kini memilih berbelanja secara online melalui media sosial.

“Mungkin sekarang banyak orang beli bapok via online. Biasanya cari barang lewat Facebook, lalu dikirim,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ardo, pedagang lainnya.

Ardo menegaskan bahwa pasar memang tidak sepenuhnya tanpa pembeli, namun omzet yang didapat jauh menurun dibandingkan masa sebelum pandemi Covid-19.

Baca juga: Cara Cepat dan Mudah Cek THR Pensiunan 2026 Sudah Cair atau Belum, Tak Perlu Datang ke Bank

“Sepinya bukan tidak ada pembeli sama sekali. Pembeli itu ada, tapi tidak ramai. Terus terang, jauh beda saat sebelum pandemi dulu. Omzet pun ikut menurun,” kata Ardo.

Daftar Harga Bapok di Pasar Wonokromo

Berikut daftar harga bahan pokok per kilogram di Pasar Wonokromo per puasa hari ke-10:

  • Beras premium: Rp15.000
  • Beras medium: Rp12.000
  • Telur ayam ras: Rp32.000
  • Cabai merah: Rp28.000
  • Cabai kecil: Rp85.000
  • Bawang merah: Rp40.000
  • Bawang putih: Rp36.000
  • Tepung: Rp13.000

Secara umum, harga bapok di Pasar Wonokromo masih tergolong stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan menjelang pertengahan Ramadan

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved