Rabu, 22 April 2026

Hikmah Ramadhan

Nasaruddin Umar Ulas Kisah Habil Qabil, Ungkap Rahasia Spiritual Saving Jadi Tolak Bala Paling Ampuh

Nasaruddin Umar mengulas kisah Habil Qabil dan hikayat batu meteor. Ungkap rahasia spiritual saving sebagai tolak bala paling ampuh dalam hidup.

Editor: Cak Sur
Foto Istimewa
Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA 

Oleh: Nasaruddin Umar

SURYA.CO.ID - Perkawinan Adam-Hawa melahirkan beberapa anak kembar dengan jenis kelamin berpasang-pasangan. Anak pertamanya ialah Habil dan kembar perempuannya, lalu disusul dengan sepasang anak kembar berikutnya, yaitu Qabil dan kembar perempuannya.

Menurut ketentuan, Habil mestinya dijodohkan dengan kembaran Qabil dan Qabil dijodohkan dengan kembaran Habil. Namun Qabil menolak ketentuan itu, karena pasangan Habil tidak secantik gadis kembarannya. Kecemburuan, kebencian dan dendam mulai merasuk di dalam diri Qabil. Sebaliknya budi baik dan kearifan mulai tertanam di dalam diri Habil.

Kakak beradik ini juga memilih profesi dan karakter berbeda. Habil memilih bercocok tanam dan Qabil memilih beternak binatang. Ketika keduanya diminta mengeluarlan zakat dan infaknya, Habil mempersembahkan hasil tanaman yang berkualitas tinggi, sedangkan Qabil mempersembahkan binatang yang kurus dan kecil. Akhirnya Tuhan menerima persembahan Habil dan menolak persembahan Qabil.

Tentu saja orang tuanya, Adam dan Hawa, lebih respek kepada perilaku Habil ketimbang Qabil yang selalu menampilkan perbuatan tidak terpuji. Akumulasi kebencian dan kecemburuan berkecamuk di hati Qabil lalu muncul niat buruk untuk membunuh kakaknya, Habil.

Al-hasil, Qabil mengambil batu besar lalu dipukulkan ke kepala Habil dan Habil jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Inilah pembunuhan pertama dalam sejarah kemanusiaan. Setelah terbunuh, Qabil kebingungan bagaimana langkah selanjutnya, lalu ia terinspirasi oleh burung gagak yang menguburkan anaknya yang sudah mati.

Habil simbol orang yang memiliki tabungan spiritual (spiritual saving) dan selalu mengontrolnya dengan baik. Ia mempunyai perilaku ideal, jujur, tawadhu, sabar, dan taat beribadah kepada Tuhan, dan respek kepada orang tuanya.

Sedangkan Qabil simbol orang yang memiliki saldo minus dalam spiritual saving. Ia mempunyai sifat-sifat buruk, egois, curang, dikuasai hawa nafsu, jauh dengan Tuhan dan merelakan orang lain binasa demi kepentingan pribadinya.

Di dalam suatu hikayat lain diceritakan seorang ahli ibadah muda usia dan aktif membantu warga disayangkan oleh seorang ahli ma’rifah. Pasalnya, pandangan spiritual ahli ma’rifah melihat si pemuda itu akan mati keesokan harinya tertimpa meteoric, batu raksasa yang akan jatuh ke bumi dan persis menimpa rumah si pemuda.

Betapa terperanjatnya ahli ma’rifah setelah dua hari kemudian pemudah itu masih hidup segar bugar membantu warga setempat.

Sang pemuda tersenyum menyaksikan keheranan ahli ma’rifah yang menatapnya dari tadi, lalu ia menyapa, tuan tidak perlu kaget, apa yang tuan lihat kemarin itu betul-betul terjadi.

Meteorik raksasa itu jatuh menimpa rumah saya tetapi sebelum menimpa rumah saya sudah hancur berkeping-keping setelah memasuki atmosfer bumi, sehingga yang jatuh ke atap rumah saya hanya debunya.

Ketiga kalinya ahli ma’rifah itu kaget setelah mendengarkan pernyataan pemuda itu. Dari mana dia tahu kalau saya mengetahui rahasia Tuhan itu? Bagaimana dia tahu apa yang ada di dalam pikiran saya?

Sang pemuda melanjutkan, wahai ustaz anda tidak perlu kaget, karena saya juga menyaksikan apa yang anda lihat, dan saya memahami wujud yang anda bayangkan terhadap saya seandainya batu itu tidak berubah jadi tepung.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved