Jumat, 29 Mei 2026

Rupiah Tembus Rp17.870 per Dolar AS, Ekonom UB Ungkap Penyebab dan Dampaknya

Rupiah melemah hingga Rp17.870 per dolar AS. Ekonom UB menilai kondisi belum mengarah ke krisis seperti 1998.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Cak Sur
istimewa
RUPIAH MELEMAH - Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Malang, Jawa Timur, Dr. rer. pol. Wildan Syafitri, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah panik di tengah kondisi rupiah yang semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). 

Menurutnya, penguatan sektor keuangan, kemudahan investasi, pengendalian korupsi, serta stabilitas politik menjadi faktor penting untuk memperkuat kepercayaan pasar terhadap Indonesia.

“Investor tidak cukup hanya diberi pernyataan optimistis, tetapi juga perlu melihat bukti nyata melalui kebijakan yang konsisten dan memberikan kepastian hukum,” tegas Wildan.

Ia menambahkan, pergerakan dolar AS ke depan masih sangat bergantung pada dinamika global dan tingkat kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

“Naik turunnya dolar tidak bisa diprediksi secara pasti. Itu tergantung kondisi global dan bagaimana kepercayaan investor terhadap Indonesia,” tandasnya.

Pelemahan rupiah saat ini, dinilai masih berada dalam kondisi yang dapat dikelola, namun membutuhkan stabilitas kebijakan dan kepercayaan pasar agar tekanan terhadap ekonomi domestik tidak semakin besar.

Sumber: Surya
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved