Berita Viral
Ternyata Dwi Hartono Otak Pembunuhan Bos Bank Plat Merah Seorang Calon Magister, UGM Bersikap Tegas
Dwi Hartono, tersangka otak pembunuhan bos bank plat merah diJakarta, Muhammad Ilham Pradita (38), ternyata berpendidikan tinggi.
Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
SURYA.CO.ID - Dwi Hartono, tersangka otak pembunuhan bos bank plat merah diJakarta, Muhammad Ilham Pradita (38), ternyata berpendidikan tinggi.
Saat ini, pria yang akrab disapa Mas Dwi ini sedang menempuh pendidikan magister (S2) di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.
Dia tercatat sebagai mahasiswa baru Semester I Program Studi (Prodi) Magister Manajemen (kampus Jakarta), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM.
Sejak Dwi jadi tersangka, UGM pun sudah mengambil sikap tegas dengan menonaktifkan statusnya sebagai mahasiswa.
Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil koordinasi intensif internal dan surat resmi Dekan FEB UGM, Didi Achjari.
Sosok Dwi Hartono
Baca juga: Sosok Asli Dwi Hartono Tersangka Otak Pembunuhan Bos Bank Plat Merah, Kini Karier Hancur
Dwi Hartono adalah pengusaha dan motivator bisnis asal Desa Tirta Kencana (sekarang Desa Mekar Kecana), Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo, Jambi.
Dia disebut-sebut sebagai satu dari empat otak penculikan dan pembunuhan Ilham Pradita.
Dwi Hartono ditangkap bersama YJ, dan AA di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8) malam.
Sementara satu otak peculikan lainnya berinisial C ditangkap sehari setelahnya, Minggu (24/8) sore, di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, membenarkan DH yang ditangkap adalah seorang pengusaha dan salah satu bidang usahanya adalah bimbingan belajar (bimbel) online.
DH termasuk satu dari 15 orang yang ditangkap Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan, dan Subdit Reserse Mobile Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Total 15 tersangka kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
Baca juga: Sosok Istri Miki Mahfud yang Bakal Diperiksa Dewas KPK Imbas Suami Jadi Tersangka Kasus Pemerasan
Ade belum bersedia membeberkan identitas pelaku utama, termasuk peran dari seseorang bernama Dwi Hartono yang diduga menjadi otak dari pembunuhan tersebut.
“Penyidik bekerja secara hati-hati dan proporsional. Kami masih mendalami peran masing-masing tersangka dan motifnya. Mohon bersabar karena proses pemeriksaan membutuhkan waktu,” jelas Ade Ary.
Sementara itu, kabar tentang penangkapan Dwi Hartono mengagetkan sejumlah pihak, termasuk teman-temannya di Jambi.
Hal ini beralasan karena selama ini Dwi Hartono dikenal baik.
Hartono, teman SMP Dwi Hartono di Jambi menganggapnya sebagai sosok yang dermawan.
"Saya temannya, namun saya kakak kelas dia, dan tahu sedikit sosoknya," ujarnya saat ditemui Selasa (26/8/2025).
Ia tak menyangka dapat kabar soal Dwi, pasalnya dia dikenal orang baik sejak kecil dan tak pernah berkelakuan macam-macam.
"Orangnya baik, dermawan, kalau ada acara suka memberi," ujarnya.
Selain itu ia sering mendatangkan artis ibu kota ke Rimbo Bujang untuk menghibur masyarakat.
Kata dia, Mas Dwi menghibahkan mobil nya untuk dijadikan ambulance untuk warga Desa Mekar Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang.
"Iya, ada dia menghibahkan ambulans, dulu masih satu dengan Desa Tirta Kencana, sekarang udah mekar, Desa Mekar Kencana. Jadi ambulansnya sudah diserahkan oleh pihak Desa Tirta Kencana ke sini, karena mereka ada ambulans baru," ujarnya.
Setahu dia, Dwi Hartono memang beraktivitas di Jakarta rumah nya di Bogor, sedangkan rumah orang tua nya di Jalan Sapat, Desa Mekar Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang.
"Iya sejak SMA hingga sekarang dia merantau," imbuhnya.
Di bagian lain, muncul dugaan, kejahatan itu dilakkan Dwi Hartono karena ambisinya yang sangat tinggi.
Berikut ambisi Dwi Hartono yang kandas di tengah jalan:
- Maju calon bupati
Dwi Hartono ternyata pernah berambisi maju dalam kontestasi politik sebagai calon bupati Tebo, Jambi.
"Ya, dulu dia mau maju bupati, tapi dia diminta jadi nomor dua (wakil bupati), jadi batal, karena dari awal dia mau nomor satu (bupati)," kata Jay Saragih, warga sekaligus aktivis Tebo, dilansir dari Kompas.com, Selasa (26/8/2025).
Jay menjelaskan, dorongan Dwi untuk mencalonkan diri kala itu juga datang dari masyarakat yang mengenalnya sebagai pribadi dermawan.
Ia disebut sering menolong warga, mengundang penyanyi dangdut dari Jakarta, hingga memberikan fasilitas desa berupa satu unit mobil ambulans.
"Jadi, warga pun memang sebenarnya dulu itu berharap dia maju jadi bupati, bukan wakil, kan dia dikenal sebagai dermawan di sini. Jadi dia mundur," tambah Jay.
Jay mengaku terkejut ketika mendengar Dwi dikaitkan dengan kasus penculikan dan pembunuhan tersebut.
Menurutnya, Dwi dikenal sebagai pengusaha sukses di Desa Tirta Kencana Unit 6, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.
Selain memiliki bisnis besar, Dwi juga kerap menjadi penyokong dana reuni SMA dan bahkan menghadirkan artis dangdut nasional untuk memeriahkan acara itu.
"Kalau ada alumni (reuni), dia jadi panitia, dialah yang mendatangkan artis-artis itu," ujar Jay.
Dwi juga dikenal sebagai sosok motivator dengan latar belakang keluarga yang sudah lama terjun di dunia usaha di Tebo.
Salah satu grosir terbesar di Pasar Rimbo Bujang juga diketahui milik keluarganya.
"Yang merantau cuman dia, orang tua, adik-adiknya di sini (Tebo) semualah, buka toko-toko besar," tutur Jay.
2. Bangun helipad dan beli helikopter
Dwi Hartono sempat mengungkapkan keinginannya membeli helikopter dan membangun helipad di kampung halamannya pada 2021 silam.
Hal itu dilakukan untuk memudahkan dia pulang pergi mengunjungi orangtuanya di Jambi.
Helipad itu akan dibangun di lahan seluas sekitar 4 hektare yang berada di Jalan Sapat, Desa Mekar Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, tepat di depan rumah orang tuanya.
Lahan tersebut saat ini merupakan kebun karet produktif milik warga.
Namun, rencana itu kandas setelah pemilik lahan enggan menjual kebunnya.
Kepala Dusun Jati Makmur, Rahmat Widodo, membenarkan kabar pembatalan pembangunan helipad tersebut.
“Kabar terakhir tidak jadi pembangunan helipad, terkendala izin lokasi pembangunan,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Menurutnya, pada awalnya Dwi Hartono sudah melakukan negosiasi dengan pemilik lahan, bahkan sempat ada wacana pembangunan alun-alun di lokasi yang sama.
Tetapi rencana itu akhirnya dibatalkan karena pemilik lahan tetap tidak memberikan izin.
“Yang punya lahan tidak mengizinkan dengan alasan tertentu,” jelasnya.
Kini, lahan kebun karet tersebut tetap difungsikan oleh pemilik sebagai sumber penghidupan sehari-hari.
Duduk Perkara Penculikan dan Pembunuhan Bos Bank Plat Merah

Diberitakan sebelumnya, Mohamad Ilham Pradita diculik pada Rabu (20/8/2025) di parkiran supermarket Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Sehari kemudian, Kamis (21/8/2025), jasadnya ditemukan di persawahan Kampung Karangsambung, Desa Nagasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.
Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan tangan dan kaki terikat serta mata dililit lakban.
Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru menyebutkan penyebab kematian korban adalah hantaman benda tumpul di bagian dada dan leher.
“Kemungkinan ada tekanan pada tulang leher dan dada yang menyebabkan dia kesulitan bernapas,” ujar Prima, Jumat (22/8/2025).
Selain itu, polisi juga masih melakukan pemeriksaan toksikologi untuk memastikan apakah terdapat racun dalam tubuh korban.
Mohamad Ilham Pradipta (IP) adalah Kepala Cabang Perwakilan (KCP) bank plat merah di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Ilham berasal dari Bogor, Jawa Barat.
Ilham alumnus Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah angkatan 2006.
Ilham meninggalkan seorang istri bernama Puspita Aulia dan dua anak, perempuan dan laki-laki berusia 10 tahun dan delapan tahun.
Anak Ilham masih bersekolah di Kelas IV Sekolah Dasar (SD), dan kelas II SD.
===
Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.
Klik di sini untuk untuk bergabung
berita viral
Dwi Hartono
Otak Pembunuhan Bos Pelayaran
bos bank plat merah
pembunuhan Ilham Pradita
SURYA.co.id
Universitas Gadjah Mada (UGM)
Rekam Jejak Asep Japar Bupati Sukabumi yang Disentil Dedi Mulyadi, Susah Dihubungi Gubernur Jabar |
![]() |
---|
Sosok Rohmat Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Bos Bank Plat Merah, Spesialis IT dan Memata-matai |
![]() |
---|
Rekam Jejak Bambang Tri Mulyono yang Akhirnya Bebas, Dipenjara Gegara Tudingan Ijazah Palsu Jokowi |
![]() |
---|
Gelagat Eras Penculik Bos Bank Plat Merah Usai Ditangkap, Kini Mewek di Hadapan Polisi, Minta Maaf |
![]() |
---|
Catatan Kriminal Dwi Hartono Otak Pembunuhan Bos Bank Plat Merah, Dipenjara 6 Bulan Gegara Ini |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.