Berita Viral

Tabiat Rudy Calo Tiket Bus di Terminal Bungurasih, Kini Kapok Usai Dikeroyok Calon Penumpang

Beginilah kisah dan tabiat Rudy alias Kentit, seorang calo tiket bus di Terminal Bungurasih yang kini kapok karena dikeroyok penumpang.

instagram @bus_jawatimuran
CALO TIKET DIKEROYOK - Aksi pengeroyokan calo bus di Terminal Purabaya Bungurasih Sidoarjo, Rabu (20/8/2025). 

Cuaca yang panas, manusia berdesakan, pengap bercampur dengan aroma knalpot dan keringat sudah menjadi pemandangan sehari-hari bagi Annisa.

Pekerjaan menjadi kondektur bus sudah ia lakoni sejak empat tahun belakangan.

“Mulai dari tahun 2021 pas pandemi, jadi sudah tiga atau empat tahun jadi kondektur bus. Karena awalnya ditawari teman. Jadi kondektur itu lebih bebas, lebih enak,” ucapnya.

Tak mudah baginya untuk mengawali profesi sebagai kondektur.

Selain harus berani, yang paling penting ia harus mempunyai skill basa-basi dan mudah bergaul dengan para kru bus lain.

“Awalnya akrab sama teman, bergaul dengan mereka. Ngobrol jadi enakan, lama-lama akan terbiasa,” terang perempuan yang berusia 40 tahun tersebut.

Bekerja di lingkungan yang kebanyakan diisi oleh kelompok maskulin, tidak jarang ia mendapat perlakuan kurang mengenakkan dari sesama kru, seperti pelecehan secara verbal.

“Pernah (dilecehkan secara verbal), tapi ya tidak usah dilayani, cuekin aja,” tegasnya.

Belum lagi anggapan sebagai perempuan yang kerap dianggap lemah, ia banyak menghadapi penumpang yang beralibi pura-pura tidur agar tidak ditagih uang tiket.

Beruntungnya, Annisa sudah hafal pola modus ini.

“Orang itu sering pura-pura tidur biar tidak bayar tiket, ya saya langsung minta uangnya. Kebanyakan mereka langsung ngasih,” ujarnya.

Ocehan dan protes yang bikin kepala penat berlalu begitu saja terbawa angin ketika bus mulai melaju di jalan melintasi puluhan kilometer rute Surabaya-Jember-Banyuwangi.

Menurut perempuan asal Pamekasan ini, yang penting ia membawa pulang lembar-lembar rupiah itu lebih dari cukup.

Sehari, setidaknya Annisa mengantongi pendapatan sebesar Rp 100.000.

“Tergantung ramai tidaknya penumpang. Kalau musim mudik atau libur panjang ramai-ramainya, itu sehari bisa Rp 800.000. Kemarin bahkan selama periode mudik Lebaran bisa Rp 5 juta,” ungkapnya haru.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved