Bahasa Inggris SD di Surabaya
Dosen Unair Soroti Kesiapan Kurikulum dan Guru dalam Pembelajaran Bahasa Inggris
Kebijakan tersebut dinilai dapat memperkuat kemampuan komunikasi bahasa asing siswa sejak usia dini
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Kemendikdasmen menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib kelas III SD mulai tahun ajaran 2027/2028
- Akademisi Unair Noerhayati Ika Putri menilai kebijakan ini strategis untuk memperkuat komunikasi bahasa asing sejak dini
- Keberhasilan kebijakan bergantung pada kesiapan kurikulum, kompetensi guru, dan pemerataan infrastruktur digital
- Penggunaan teknologi digital dan paparan bahasa di luar kelas dianggap krusial bagi penguasaan bahasa siswa
SURYA.co.id, SURABAYA – Kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas III sekolah dasar mulai tahun ajaran 2027/2028 mendapat respons positif dari kalangan akademisi.
Kebijakan tersebut dinilai dapat memperkuat kemampuan komunikasi bahasa asing siswa sejak usia dini, asalkan diiringi kesiapan kurikulum, guru, dan infrastruktur pendukung.
Dosen Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair, Noerhayati Ika Putri SS MA PhD, menilai kebijakan tersebut menjadi langkah strategis untuk mendorong sekolah lebih siap dalam menyelenggarakan pembelajaran Bahasa Inggris secara terstruktur.
"Kebijakan ini mendorong sekolah untuk lebih siap dalam menyiapkan pembelajaran bahasa Inggris, termasuk kurikulum dan kesiapan gurunya," ujarnya kepada SURYA.co.id, Sabtu (5/6/2026).
Penyusunan Kurikulum Libatkan Pakar
Menurut Ika, penyusunan kurikulum Bahasa Inggris untuk siswa sekolah dasar perlu melibatkan pakar yang memahami perkembangan anak dan metode pembelajaran bahasa asing.
Materi pembelajaran juga harus disusun secara bertahap sesuai usia, tingkat kemampuan, serta konteks kehidupan siswa.
Baca juga: Surabaya Terapkan Pembiasaan Bahasa Inggris Setiap Jumat di Sekolah Dasar
Ia menjelaskan, tema pembelajaran perlu disesuaikan dengan karakteristik anak usia sekolah dasar agar proses belajar berlangsung lebih relevan dan menyenangkan.
Setelah kurikulum tersusun, peran guru menjadi faktor penting dalam menerjemahkan materi ke dalam kegiatan belajar di kelas.
"Setiap kelas memiliki kondisi yang berbeda. Sehingga guru perlu berkreasi agar pembelajaran lebih sesuai dengan kebutuhan siswa," katanya.
Pengembangan Kompetensi Guru Berkelanjutan
Ika menilai guru perlu diberikan ruang untuk memodifikasi dan mengadaptasi metode pembelajaran sesuai karakteristik peserta didik di masing-masing sekolah.
Selain itu, pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan juga harus menjadi perhatian pemerintah.
Ia mendorong pemerintah tidak hanya menerapkan kebijakan secara top down, tetapi juga mendengarkan kebutuhan guru di lapangan melalui pendekatan bottom up agar implementasi berjalan lebih efektif.
Selain kesiapan kurikulum dan guru, Ika menyoroti pentingnya paparan (exposure) Bahasa Inggris di luar lingkungan sekolah.
Menurutnya, kemampuan berbahasa tidak akan berkembang optimal jika siswa hanya mengandalkan pembelajaran di ruang kelas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/perkembangan-anak-dan-metode-pembelajaran-bahasa-asing.jpg)