Jumat, 5 Juni 2026

SPMB Surabaya 2026

SPMB SD Surabaya Dibuka 2 Juni, Siswa Usia 7 Tahun ke Atas Jadi Prioritas

Pada jenjang SD, calon murid berusia 7 tahun ke atas menjadi prioritas utama dalam proses seleksi.

Tayang:
Surya.co.id/Humas Pemkot Surabaya
WAJAR 13 TAHUN — Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriani saat bersama siswa SD di Surabaya. Memperkuat wajib belajar 13 tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) Negeri tahun ajaran 2026/2027 pada Selasa (2/6/2026). Pada jenjang SD, calon murid berusia 7 tahun ke atas menjadi prioritas utama dalam proses seleksi. 

Sesuai ketentuan, kuota jalur domisili minimal 70 persen dari total daya tampung sekolah. Sementara jalur afirmasi minimal 15 persen, dan jalur mutasi orang tua atau wali maksimal 5 persen.

Kebutuhan Pendidikan Dasar di Surabaya

Berdasarkan data kependudukan Kota Surabaya tahun 2025, jumlah anak usia sekolah dasar masih cukup besar.

Penduduk usia 0-4 tahun tercatat sebanyak 178.306 jiwa, usia 5-9 tahun mencapai 225.938 jiwa, dan usia 10-14 tahun sebanyak 240.293 jiwa. 

Kondisi ini menunjukkan kebutuhan layanan pendidikan dasar di Surabaya masih tinggi dalam beberapa tahun ke depan.

Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengatakan sektor pendidikan menjadi salah satu fokus pembangunan daerah. 

Pemkot terus memperluas akses wajib belajar 13 tahun agar seluruh anak dapat mengakses pendidikan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.

"Pada sektor pendidikan, Pemkot Surabaya terus memperluas akses pendidikan 13 tahun bagi seluruh anak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. Pemkot juga memperkuat program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa serta pendidikan inklusif bagi anak difabel melalui empat Rumah Anak Prestasi," kata Armuji.

Selain memastikan keberlangsungan wajib belajar 13 tahun, Pemkot Surabaya telah menyalurkan Beasiswa Pemuda Tangguh kepada 16.801 siswa SMA/SMK/MA dan 5.874 mahasiswa sebagai upaya mendorong keberlanjutan pendidikan hingga perguruan tinggi.

"Ke depan kami memfokuskan pemberian akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga miskin agar pendidikan menjadi sarana meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.

Indikator Pendidikan di Surabaya

Upaya tersebut sejalan dengan peningkatan sejumlah indikator pendidikan di Surabaya.

Pada 2025, Rata-rata Lama Sekolah (RLS) mencapai 11,15 tahun, meningkat 2,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut setara dengan pendidikan hingga awal kelas XII SMA/SMK.

Sementara itu, Harapan Lama Sekolah (HLS) mencapai 14,88 tahun atau setara jenjang Diploma III.

Adapun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya pada 2025 mencapai 85,65, naik dari 82,94 pada 2021 dan tetap berada dalam kategori sangat tinggi.

Meski demikian, tantangan pendidikan masih perlu mendapat perhatian.

Pemkot mencatat sebanyak 26,82 persen penduduk usia 7-23 tahun sudah tidak bersekolah, meningkat dibandingkan 24,27 persen pada 2024.

Sumber: Surya
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved