Parkir Digital di Surabaya
Parkir Motor di Pasar Soponyono Rungkut Masih Tunai, Warga Harap Sistem Digital Segera Diterapkan
Parkir motor di Pasar Soponyono Surabaya masih tunai Rp3.000. Warga berharap sistem parkir digital segera diterapkan merata.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Putra Dewangga Candra Seta
Ringkasan Berita:
- Parkir motor di Pasar Soponyono masih menggunakan sistem tunai Rp3.000.
- Petugas parkir mengaku belum mengetahui kebijakan non-tunai.
- Pengunjung mendorong penerapan parkir digital yang lebih transparan.
- Implementasi parkir non-tunai di Surabaya dinilai belum merata.
SURYA.co.id, SURABAYA – Sistem pembayaran parkir non-tunai yang tengah didorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya rupanya belum sepenuhnya diterapkan di lapangan.
Salah satunya terpantau di Pasar Soponyono, Rungkut, Surabaya.
Berdasarkan pantauan SURYA.co.id pada Kamis (16/4/2026), pengunjung kendaraan roda dua di lokasi tersebut masih dikenakan tarif parkir secara tunai sebesar Rp3.000.
Selain itu, petugas parkir yang berjaga juga tidak terlihat menggunakan atribut resmi seperti rompi, sebagaimana standar juru parkir pada umumnya.
Petugas Mengaku Belum Tahu Kebijakan
Salah satu petugas parkir yang enggan disebutkan namanya, sebut saja Saipul, mengaku belum mengetahui adanya kebijakan pembayaran parkir non-tunai dari Pemkot Surabaya.
“Iya masih tunai, Mas. Saya tidak tahu soal pembayaran digital itu,” ujar Saipul.
Baca juga: Cara Beli dan Gunakan Voucher Parkir Suroboyo, Motor Rp2.000 Mobil Rp5.000
Pengunjung Dorong Parkir Digital
Di sisi lain, sejumlah pengunjung berharap sistem pembayaran parkir digital segera diterapkan secara merata, termasuk di pasar tradisional.
Salah satu pengunjung, Alviana, menilai sistem non-tunai akan lebih praktis dan transparan.
“Iya harusnya sudah digital ya. Tadi masih tunai, ditarik Rp3.000 untuk motor,” katanya.
Hal senada disampaikan pengunjung lainnya, Nanik. Ia mengaku tidak mempermasalahkan metode pembayaran, baik tunai maupun non-tunai, selama keamanan kendaraan tetap terjamin.
“Kalau saya bebas, mau tunai atau non tunai tidak masalah. Yang penting kendaraan pengunjung benar-benar dijaga dan ditata dengan baik,” ujarnya.
Kebijakan Pemkot dan Tantangan Implementasi
Meski demikian, Nanik mengaku mengetahui adanya kebijakan parkir non-tunai yang sempat ramai diperbincangkan.
“Iya tahu, itu kan sempat viral. Harusnya memang mengikuti kebijakan pemerintah,” tambahnya.
Penerapan sistem parkir non-tunai di Surabaya sebelumnya digagas untuk meningkatkan transparansi retribusi serta meminimalisasi kebocoran pendapatan daerah.
Namun, di lapangan, implementasinya masih belum merata di seluruh titik fasilitas umum.
Meaningful
Surabaya
parkir digital di Surabaya
Pasar Soponyono
Rungkut
parkir
SURYA.co.id
surabaya.tribunnews.com
Eksklusif
liputan khusus
| DPRD Surabaya Dorong Digitalisasi Parkir, Yona Bagus Widyatmoko: Hentikan Stigma Negatif Jukir |
|
|---|
| Voucher Parkir Surabaya Mulai Dijual di Toko Modern per 21 April 2026, Bisa Satuan hingga Paketan |
|
|---|
| Polisi Dukung Penuh Parkir Digital di Surabaya dengan Gencarkan Penertiban Jukir Liar |
|
|---|
| Fakta Pengunjung Wisata Tunjungan Surabaya Akui Pembayaran Parkir Digital Masih Jadi Opsi Kedua |
|
|---|
| Juru Parkir Kota Surabaya Setengah Hati Terapkan Pembayaran Digital, Begini Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Parkir-Motor-di-Pasar-Soponyono-Rungkut-Masih-Tunai-Warga-Harap-Sistem-Digital-Segera-Diterapkan.jpg)