Jumat, 24 April 2026

Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur

Terjepit Antara Banjir Bandang dan Megathrust, Jember Gencarkan Sosialisasi dan Reboisasi

Menurutnya jika masalah tersebut dibiarkan, tidak menutup kemungkinan banjir bandang di Sumatera Utara juga terjadi di Jember.

Penulis: Imam Nahwawi | Editor: Deddy Humana
BPBD Jember
ANCAMAN BENCANA - Personel BPBD bersihkan material banjir luapan sungai di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari Jember, Sabtu (6/12/2025). Kabupaten Jember dikepung ancaman bencana alam. 

Ringkasan Berita:
  • Jember menghadapi dua potensi bencana hampir bersamaan yaitu banjir bandang dari lereng Gunung Argopuro dan dampak gempa laut di pesisir Selatan.
  • BPBD mewaspadai retakan di Argopuro yang berpotensi memicu longsor dan banjir, sedangkan megathrust dan tsunami membayangi di sisi Selatan.
  • BPBD gencar melakukan sosialisasi untuk kesiapsiagaan, termasuk reboisasi lereng Argopuro dan pelatihan bencana di pesisir Selatan.

 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah di Jawa Timur yang tergolong rawan berbagai potensi bencana alam serius. Dari dua arah berlawanan, wilayah Jember dikepung ancaman bencana.

Di wilayah Utara, tepatnya di atas Kecamatan Panti terdapat retakan tanah di lereng Gunung Argopuro alias Danau Tunjung yang berpotensi longsor saat hujan, hingga mengakibatkan banjir bandang seperti di Sumatera Utara.

Sementara di sisi Selatan, berdasarkan catatan BMKG, Kabupaten Jember juga berpotensi gempa megathrust bahkan tsunami karena berdekatan dengan Samudra Hindia.

"Ada Danau Tunjung, posisinya jauh diatas Kecamatan Panti. Potensi ini tidak bisa diremehkan karena suatu saat bisa menjadi ancaman," kata Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Jember, David Handoko Seto, Minggu (7/12/2025).

Menurutnya jika masalah tersebut dibiarkan, tidak menutup kemungkinan banjir bandang di Sumatera Utara juga terjadi di Jember.

"Jadi butuh kegiatan yang sifatnya antisipatif dan preventif. Kami lakukan mitigasi dulu, bersama leading sector kebencanaan Kabupaten Jember," kata David.

Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jember, Maryani mengaku akan mencoba supaya keretakan di lereng Gunung Argopuro tersebut tidak meluas.

"Dan dilakukan beberapa kali reboisasi bersama Destana dan Perhutani, kami lakukan reboisasi di sana," kata Maryani.

Melalui penghijauan kembali tersebut, ia berharap bisa mengurangi resiko longsor saat hujan, supaya tidak terjadi bencana seperti di Sumatera.

"Posisi keretakan itu ada di lereng Gunung Argopuro, atas wilayah Panti. Cuma saya belum sempat ke sana, seperti apa kondisinya," kata Maryani.

Mengingat butuh waktu empat hari berjalan kaki dari permukiman penduduk di ujung Utara Kecamatan Panti menuju lokasi retakan tanah di lereng Gunung Argopuro.

"Keretakan itu ada, tetapi tidak besar dan potensi untuk longsor juga belum ada. Tetapi langkah pencegahan tetap dilakukan agar keretakan itu tidak meluas," paparnya.

Ancaman Megathrust di Selatan

Sementara Pj Sekda Jember, Akhmad Helmi Lukman mengungkapkan, mitigasi resiko bencana gempa megathrust juga telah dilakukan di wilayah Selatan.

"Destana dan Tagana masuk sekolah, telah kami lakukan pelatihan di sepanjang Jember Selatan. Sekolah dan warga di sana kami sosialiasi mengenai kebencanaan termasuk megathrust, tetapi tidak menakutkan," kata Helmi.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved