Kamis, 9 April 2026

Road to Election

Gus Sholah Ikut Rumuskan Visi dan Misi Khofifah-Emil

Pengasuh Ponpes Tebu Ireng, Gus Sholah mengakui ikut merumuskan visi dan misi pasangan calon gubernur dan wakil Gubernur Jatim, Khofifah-Emil

surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Bacawagub Jatim, Emil Elestianto Dardak (dua dari kiri) , saat bersama KH Sholahuddin Wahid (dua dari kanan) di Surabaya beberapa waktu lalu. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pengasuh pondok pesantren Tebu Ireng, KH Sholahuddin Wahid menyebut bahwa ia masuk dalam tim yang menyusun visi dan misi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Khofifah Indar Parawansa - Emil Elestianto Dardak.

Bahkan, kiai yang juga pernah ditunjuk sebagai koordinator Tim 9, tim konsultan Khofifah ini, juga telah ikut andil dalam menyusun bahan materi untuk kampanye.

"Hari ini saya rapat bersama tim untuk menyusun materi kampanye," ujar Kiai yang akrab disapa Gus Sholah ini pada sambutannya di sela acara Deklarasi dan Dialog Publik bersama Barisan Mahasantri Loyalis Khofifah (Basmalah) di Surabaya, Minggu (17/12/2017).

Program kampanye tersebut terbagi menjadi dua.

Satu sisi akan dikemas serius digunakan untuk debat dan pemaparan visi dan misi.

"Sedangkan yang untuk masyarakat harus sesuatu yang mudah dicerna, mudah diingat, dan mudah diikuti," jelas Gus Sholah.

(Gus Sholah Beberkan Alasannya Mendukung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim)

Keikutsertaan Gus Sholah pada tim tersebut sebagai bentuk totalita pihaknya untuk mendukung pasangan yang diusung Demokrat, Hanura, dan Golkar.

"Saya mendukung Ibu Khofifah karena saya pikir dia baik. Sebetulnya, dia sudah harus terpilih (dari pilkada sebelumnya), tapi takdir Tuhan seperti itu," ujar adik Presiden RI keenam, Abdulrahman Wahid (Gusdur) ini.

Di sisi lain, Emil pun membenarkan bahwa pihaknya memang mengikutsertakan berbagai elemen masyarakat di dalam menyusun visi dan misi pencalonannya.

"Kami punya tim yang luar biasa yang sedang menggodok visi dan misi yang menurut kami out of the box, ujar Emil ketik dikonfirmasi terpisah.

Selain kiai, Emil mengungkapkan ada beberapa elemen lain yan juga ia libatkan.

Di antaranya, perwakilan tokoh dari partai, pakar dari berbagai universitas, dan tokoh masyarakat.

"Di dalamnya, perempuannya juga banyak. Ini untuk membuktikan memberdayakan potensi gender," ujar pria yang masih menjabat Bupati Trenggalek ini.

Ia menyebut pendekatan visi dan misi pencalonnaya dibuat untuk menjawab kebutuhan masa kini.

"Pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman akhir-akhir ini," pungkasnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved