Berita Kesehatan

Jangan Anggap Remeh Jika Anda Sering Merasa Dehidrasi dan Mual, Waspada Batu Ginjal

Jangan pernah menganggap sepele kondisi kerap dehidrasi dan gampang mual, bisa jadi ini pertanda gejala batu ginjal. Begini cara mendeteksinya

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Cak Sur
Istimewa
Dokter spesialis urologi Siloam Hospitals Surabaya, Dian Paramita Oktaviani Soetojo SpU. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Jangan pernah menganggap sepele kondisi kerap dehidrasi dan gampang mual muntah. Apalagi sering nyeri pinggang, bisa jadi ini pertanda gejala batu ginjal. Segera periksakan, sehingga batu bisa terdeteksi dan bisa dikeluarkan segera.

Dokter spesialis urologi Siloam Hospitals Surabaya, Dian Paramita Oktaviani Soetojo SpU menuturkan, bahwa semua harus waspada batu ginjal.

"Jika nyeri saat buang air kecil, urine keruh, coklat hingga kemerahan dengan jumlah sedikit. Waspadai batu ginjal," terangnya, Jumat (27/5/2022).

Jangan sampai batu itu makin membesar. Batu ginjal kurang dari 5mm diharapkan akan keluar dengan sendiri. Harus minum air putih 2,5-3 liter sehari dan olahraga rutin. Atau dapat dibantu obat-obat, asalkan tidak ada penyumbatan atau penyempitan di sepanjang saluran kemih.

Dian menyebutkan, jika terlanjur dan agar tidak menjadi masalah serius sebaiknya dites darah maupun urine. Pemeriksaan radiologi bseperti USG, rontgen perut, sampai CT scan urogenital (CT Stonografi). 

Setelah batu terdeteksi. nantinya batu akan dilihat berdasarkan ukuran dan letak, sehingga batu bisa dikeluarkan sesegera mungkin. Baik melalui obat-obatan, perubahan gaya hidup maupun operasi. 

Tindakan yg dapat dilakukan yaitu dengan operasi minimal invasive, dengan alat khusus. Batu akan dipecah menjadi pecahan ukuran kecil dan dapat keluar sendiri bersama urine atau dibantu dikeluarkan dengan alat tersebut. 

Selain dengan tindakan operasi, pemecahan batu juga dapat dilakukan dengan alat ESWL (extracoporeal shock wave lithotripsy), yaitu batu dipecah menggunakan gelombang khusus dari alat tersebut.

"Pasien tidak perlu dibius," kata Dian.

Dokter spesialis ini baru saja menggelar Bincang Sehat bersama Siloam Hospitals Surabaya melalui zoom. Edukasi ini diikuti lebih dari 60 peserta. Kuncinya adalah kebutuhan cairan tubuh tercukupi.

Kurangi mengonsumsi makanan yang mengandung oksalat (bayam, kacang, black tea). Kurangi asupan protein hewani, diet rendah garam dan yang penting makan bergizi dan olahraga seimbang. 

Keberadaan batu pada saluran kemih merupakan keluhan terbanyak di bidang urologi. Terutama usia 30 sampai 50 tahun. Batu itu berada di saluran kemih baik itu di ginjal, urete, kandung kemih maupun uretra (Sistem Saluran kemih manusia). 

Semua berasal dari zat garam dan mineral lain yang 'menempel' membentuk seperti batu ukuran kecil atau kerikil dan belum menimbulkan rasa sakit ketika tetap atau masih berada di ginjal. 

"Namun, apabila batu makin membesar akan menyebabkan nyeri yang amat sangat, bahkan dapat menghalangi aliran urine sehingga menimbulkan sumbatan di saluran kemih ureter," tandas Dian.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved