Kamis, 28 Mei 2026

Cedera Pinggul di Usia 102 Tahun, Lansia Ini Bisa Berdiri Lagi Berkat Penanganan Cepat

Dokter menegaskan penanganan cepat dan tepat menjadi kunci keberhasilan pengobatan cedera berat pada lansia.

Tayang:
Editor: Wiwit Purwanto
istimewa
PENANGANAN CEPAT - Cedera berat pada lansia jika terjadi keterlambatan tindakan medis dapat menyebabkan komplikasi serius hingga membuat pasien kehilangan kemampuan berjalan. 

Ringkasan Berita:
  • Dokter menegaskan penanganan cepat dan tepat menjadi kunci keberhasilan pengobatan cedera berat pada lansia. 
  • Lansia 102 tahun di Sunway Medical Centre menjalani operasi pinggul kurang dari 24 jam setelah dirawat dan mampu berdiri lagi dalam 48 jam. 
  • Keberhasilan pemulihan didukung layanan medis multidisiplin serta dukungan keluarga selama masa rehabilitasi.
 

SURYA.CO.ID - Cedera berat pada lansia tidak bisa dianggap sepele karena berisiko memicu penurunan kondisi fisik hingga mengancam nyawa.

Penanganan cepat dan tepat menjadi faktor utama keberhasilan pemulihan, terutama pada kasus patah tulang pinggul yang kerap dialami lanjut usia.

Dokter spesialis ortopedi Sunway Medical Centre (SMC), Sunway City, Kuala Lumpur, Jeffrey Jaya Raj, menegaskan bahwa keterlambatan tindakan medis dapat menyebabkan komplikasi serius hingga membuat pasien kehilangan kemampuan berjalan.

“Intervensi dini adalah kuncinya. Jika operasi ditunda, pasien mungkin tidak akan bisa berjalan lagi, dan itu dapat memicu berbagai komplikasi lainnya,” kata Jeffrey dalam keterangan resminya.

Baca juga: Kenalkan Variofill, Amethyst Aesthetic Clinic: Filler HA untuk Bentuk Bokong dan Pinggul Lebih Ideal

Pernyataan tersebut disampaikan Jeffrey saat menangani kasus neck of femur fracture atau cedera serius pada bagian pinggul yang dialami seorang pasien lansia berusia 102 tahun di SMC.

Operasi Cepat Cegah Komplikasi Berbahaya

Penanganan pasien dilakukan secara multidisiplin bersama tim dokter geriatri, anestesi, dan rehabilitasi medis. Menurut tim dokter, operasi cepat diperlukan agar pasien bisa kembali bergerak dan terhindar dari risiko komplikasi akibat terlalu lama berbaring.

Pasien yang akrab disapa Popo itu dikenal aktif menjalani aktivitas sehari-hari secara mandiri, bahkan masih membantu usaha keluarga sebelum mengalami kecelakaan.

Ia dilarikan ke unit gawat darurat setelah terjatuh dan mengalami cedera serius pada pinggul, kondisi yang umum terjadi pada lansia akibat kerapuhan tulang.

“Pada usia lanjut, cedera seperti ini sering kali menjadi awal dari penurunan kondisi fisik secara drastis,” ujar Jeffrey.

Baca juga: Teknologi Robotic Care Fund, Sunway Medical Centre Penang Ada di Malaysia Fair Surabaya 2025

Kasus tersebut kemudian ditangani melalui layanan Fracture Liaison Service (FLS), sistem perawatan multidisiplin khusus pasien patah tulang lansia yang dimiliki Sunway Medical Centre.

Layanan ini membantu mempercepat evaluasi dan penanganan medis secara terkoordinasi sehingga pasien segera mendapat tindakan yang dibutuhkan.

Bisa Berdiri Lagi 48 Jam Setelah Operasi

Kurang dari 24 jam setelah dirawat, Popo menjalani prosedur bipolar hemiarthroplasty, yakni operasi penggantian sebagian sendi pinggul yang dirancang untuk meminimalkan durasi operasi dan tekanan fisik pada pasien lanjut usia.

Operasi dilakukan menggunakan anestesi regional dan spinal tanpa anestesi total guna mengurangi risiko komplikasi. Prosedur tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar satu jam.

Hasil pemulihan pasien pun terbilang cepat. Dalam waktu 48 jam setelah operasi, Popo sudah mampu berdiri dan mulai melangkah dengan bantuan tim rehabilitasi medis.

Pada usia 102 tahun, Popo tercatat sebagai pasien tertua yang menjalani operasi di Sunway Medical Centre dan diyakini menjadi salah satu pasien operasi pinggul tertua di Asia Tenggara.

Jeffrey menilai keberhasilan pemulihan pasien tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, tetapi juga dukungan keluarga selama masa perawatan.

Selama menjalani pemulihan, Popo terus didampingi keluarganya yang memberikan semangat agar tetap kuat dan percaya diri untuk kembali bergerak.

“Kalau saya masih bisa berjalan, saya ingin melakukannya,” ujar Popo kepada keluarganya.

 

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved