Lebaran 2026
Waspada Obesitas Pasca Lebaran 1447 H, Ini Tips Sehat Hadang Obes dari Dosen Umsura
Selain berdampak pada kesehatan, obesitas juga memicu kerugian ekonomi akibat tingginya biaya pengobatan penyakit penyerta atau komorbid.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Kebiasaan “balas dendam” makan setelah Lebaran dapat berdampak buruk jika tidak dikendalikan.
- Masyarakat diharapkan bisa Waspadadengan hadirnya Obesitas pasca lebaran
- Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Firman, punya tips 5 langkah menghadang obesitas
SURYA.CO.ID, SURABAYA – Mewaspadai terjadinya gangguan kesehatan setelah bebas makan dan minum di masa perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah nampaknya perlu dilakukan masyarakat.
Perubahan pola konsumsi yang cenderung berlebihan usai sebulan berpuasa berisiko memicu masalah kesehatan, salah satunya obesitas.
Baca juga: Kisah Mahasiswa Unair Asal Aceh Lebaran di Rantau, Temukan Makna ‘Rumah’ di Surabaya
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Firman, mengingatkan bahwa kebiasaan “balas dendam” makan setelah Lebaran dapat berdampak buruk jika tidak dikendalikan.
Selama Ramadan, pola makan yang lebih teratur sejatinya memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan.
Namun, kondisi tersebut seringkali berubah drastis setelah Lebaran.
“Akibatnya ketika pola makan tidak teratur, dan porsi makan terus bertambah, maka bisa menyebabkan obesitas,” ujar Firman.
Ia menjelaskan, obesitas terjadi akibat penimbunan lemak berlebih dalam tubuh karena asupan makanan yang dikonsumsi lebih besar dibandingkan energi yang digunakan untuk beraktivitas.
Baca juga: Tips Aman Konsumsi Kue Lebaran, Pakar Unair Ingatkan Cek Warna dan Kemasan
Obesitas jadi Ancaman Kesehatan Global
Berdasarkan Global Report 2023, obesitas menjadi masalah serius yang mengancam kesehatan global dengan jumlah penderita mencapai 2 miliar orang di dunia.
Prevalensinya juga diperkirakan akan terus meningkat, di mana pada tahun 2030 sekitar satu dari lima perempuan dan satu dari tujuh laki-laki akan hidup dengan obesitas.
“Banyak penelitian mengatakan obesitas menjadi faktor risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, serangan jantung, gagal ginjal, kanker, hipertensi dan penyakit lainnya serta berkontribusi pada penyebab kematian sebesar 5,87 persen dari total kematian di dunia,” imbuhnya.
Selain berdampak pada kesehatan, obesitas juga memicu kerugian ekonomi akibat tingginya biaya pengobatan penyakit penyerta atau komorbid.
Oleh karena itu, obesitas kini dikategorikan sebagai penyakit yang membutuhkan penanganan serius dan komprehensif.
Baca juga: Ini Tips Berkendara Aman dan Nyaman Ala MPM Honda Jatim
Tips Cegah Obesitas Pasca Lebaran
Firman pun membagikan sejumlah tips untuk mencegah obesitas pasca Lebaran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/ilustrasi-kuliner-soto-ayam-soto-ceker-gorengan.jpg)