Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Jombang 57 Persen, Ini yang Dilakukan Pemkab Jombang
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang pun mulai menyiapkan langkah antisipasi agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan
Penulis: Anggit Puji Widodo | Editor: Titis Jati Permata
Sebelumnya, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Jombang, Dheny Widiyastiti, menyampaikan gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono dirancang memiliki kapasitas hingga 1.000 siswa.
Sambil menunggu pembangunan selesai, aktivitas belajar mengajar Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Jombang masih berlangsung di gedung sementara SR SKB Mojoagung, Desa Mancilan, Kecamatan Mojoagung.
Program Sekolah Rakyat ini memang diperuntukkan bagi anak-anak terlantar dan putus sekolah. Jadi tidak mengambil siswa yang saat ini masih aktif bersekolah," ucapnya kepada SURYA.co.id, Kamis (14/5/2026).
Ia menambahkan, pemerintah pusat telah menyiapkan pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kabupaten Jombang, dengan kapasitas mencapai 1.000 siswa.
"Masih dalam pembangunan itu kapasitasnya adalah 1000 siswa," ungkapnya.
Gedung Sementara SR SKB Mojoagung
Sementara itu, kegiatan pembelajaran sementara masih berlangsung di gedung sementara SR SKB Mojoagung dengan jumlah peserta didik 100 siswa.
Untuk penerimaan tahun ajaran 2026, lanjutnya, Kabupaten Jombang memperoleh kuota sebanyak 270 siswa baru dari Kementerian Sosial.
"Saat ini, Dinsos masih melakukan proses penjangkauan dan pendataan calon peserta," ujarnya melanjutkan.
Dheny mengungkapkan, pihaknya telah menerima data BNBA (By Name By Address) dari pemerintah pusat sebanyak 58.635 data yang kini sedang diverifikasi secara bertahap.
"Data dari pusat kami sisir terlebih dahulu untuk memastikan calon siswa sesuai kriteria penerima program," katanya.
Proses Verifikasi dan Validasi
Dalam proses verifikasi dan validasi, Dinsos juga menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) agar data penerima bantuan benar-benar tepat sasaran.
Selain melakukan penjangkauan, Dinsos mulai melengkapi berbagai dokumen administrasi yang menjadi syarat pendaftaran ke sistem milik Kementerian Sosial. Dokumen tersebut di antaranya foto kondisi rumah, profil anak, hingga surat keterangan dari pemerintah desa.
"Semua dokumen pendukung nantinya diunggah ke aplikasi kementerian, termasuk foto kondisi rumah calon siswa yang memang menjadi syarat wajib," pungkasnya.
Pembangunan gedung Sekolah Rakyat di kawasan eks Terminal Barang, Desa Tunggorono, diketahui telah dimulai sejak 2025.
Proyek tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Pengerjaan proyek dilakukan oleh PT Waskita Karya dengan nilai kontrak mencapai Rp1,165 triliun untuk pembangunan fasilitas serupa di lima daerah di Jawa Timur, yakni Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Tuban.
BACA BERITA SURYA.co.id LAINNYA DI GOOGLE
| Pesantren Sunan Kalijaga Surabaya Dapat Bantuan Alat Pengelolaan Sampah |
|
|---|
| Sosok Primus Yustisio, Anggota DPR yang Desak Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur Imbas Rupiah Anjlok |
|
|---|
| Bayi Baru Lahir Ditemukan di Halaman Rumah Warga Jombang, Begini Kondisinya |
|
|---|
| Pengakuan Marfen Siswa MI di Sidoarjo yang Kirim Surat ke Prabowo Soal MBG, Ini Keinginannya |
|
|---|
| KRONOLOGI Penemuan Jasad Penjual Bubur di Mojoagung Jombang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pada-Senin-1152026-Pembangunan-baru-capai-57-persen.jpg)