Kurban Unta Mojokerto
MUI Soroti Kurban Unta yang Viral di Mojokerto, Mana yang Lebih Utama, Kurban Unta Atau Sapi ?
Soal keutamaan apakah unta atau sapi, Ustaz Ali mengungkapkan, berdasarkan keterangan dalam kitab Bajuri bahwa keutamaan hewan kurban berbeda-beda
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyoroti viralnya kurban unta di Mojokerto menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijiriah/ Tahun 2026.
- Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Mojokerto, Ali Fahruddin mengatakan, perlu ditekankan adalah menyembelih kurban hukumnya Sunnah Muakkadah (Sangat Dianjurkan) bukan wajib.
- Soal keutamaan apakah unta lebih utama dari sapi, Ustaz Ali mengungkapkan, berdasarkan keterangan dalam kitab Bajuri bahwa keutamaan hewan kurban berbeda-beda karena berbeda sudut pandang.
SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Majelis Ulama Indonesia (MUI), menyoroti viralnya kurban unta di Mojokerto menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijiriah/ Tahun 2026.
Fenomena viral ini hingga memicu gejolak di masyarakat, mereka mempertanyakan tentang keutamaan berkurban unta atau sapi maupun kambing.
Para ulama yang berkompeten di bidangnya perlu meluruskan, agar masyarakat teredukasi tujuan utama kurban dalam perayaan umat Islam tersebut.
Ketua Komisi Fatwa MUI Kota Mojokerto, Ali Fahruddin mengatakan, perlu ditekankan adalah menyembelih kurban hukumnya Sunnah Muakkadah (Sangat Dianjurkan) bukan wajib.
"Kriteria hewan kurban adalah Al an'am atau lebih detilnya adalah (Unta, Sapi, kambing, dll)," ujar Ustaz Ali kepada Surya.co.id, Sabtu (16/5/2026).
Menurutnya, setiap hewan kurban mempunyai syarat-syarat tertentu agar dapat bernilai kurban.
Dalam syari'at Islam, unta termasuk hewan yang sah untuk kurban Idul Adha.
"Jadi kalau seseorang menyembelih hewan kurban berupa unta dengan kriteria tertentu, maka secara syariat hukumnya sah," tegasnya.
Baca juga: Heboh Kurban Unta Jelang Idul Adha 2026, Ternyata Cara Menyembelihnya Sangat Berbeda
Soal Keutamaan, Sapi atau Unta ?
Soal keutamaan apakah unta lebih utama dari sapi, Ustaz Ali mengungkapkan, berdasarkan keterangan dalam kitab Bajuri bahwa keutamaan hewan kurban berbeda-beda karena berbeda sudut pandang.
"Dari segi nilai dan banyaknya daging, unta lebih utama. Dari segi banyaknya darah yang mengalir, 7 kambing lebih utama. Dalam segi warna, putih lebih utama dan lain-lain," jelasnya.
Ustaz Ali menyebut, hakikatnya kurban adalah nilai-nilai keikhlasan dan ketakwaan dari hamba yang menjalankan ibadah.
"Hemat saya, penting untuk dilihat kembali Al Quran surat Al Hajj ayat 37. Bahwa hakikat ibadah kurban bukan terletak pada darah atau daging hewan yang disembelih, melainkan pada ketakwaan, keikhlasan dan ketulusan hati yang menjalankannya," pungkasnya.
Ustaz Ali juga berpesan, bagi masyarakat yang mempunyai kelebihan harta dan mampu untuk berkurban maka sangat dianjurkan untuk kurban.
Sedangkan, masyarakat yang keterbatasan secara ekonomi tidak perlu memaksakan diri untuk berkurban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/MUI-MOjokerto-soal-unta.jpg)