Update Banjir Mojokerto: Penanganan 3 Tanggul Jebol di Mojoanyar-Mojosari
Update banjir Mojokerto hari ini. BPBD ungkap penyebab 3 tanggul jebol dan progres penanganan darurat di Mojoanyar-Mojosari.
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Cak Sur
Ringkasan Berita:
- Banjir yang merendam 4 desa di Mojoanyar dan Mojosari di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), mulai surut total.
- Terdapat 3 titik tanggul jebol yang menjadi penyebab utama luapan air ke pemukiman.
- Dinas PUPR dan BBWS Brantas melakukan penanganan darurat pada tanggul yang rusak.
SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto di Jawa Timu (Jatim), kini mengalihkan fokus pada penanggulangan pasca-banjir yang melanda empat desa di Kecamatan Mojoanyar dan Kecamatan Mojosari.
Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, mengonfirmasi bahwa penyebab utama banjir adalah jebolnya tiga titik tanggul sungai. Kondisi ini memicu luapan air yang merendam ratusan rumah warga sejak beberapa hari terakhir.
Empat desa terdampak meliputi Desa Jumeneng dan Desa Tinggarbuntut di Kecamatan Mojoanyar, serta Desa Jotangan dan Desa Kedunggempol di Kecamatan Mojosari. Per hari ini, Kamis (26/3/2026), kondisi genangan dilaporkan telah surut di mayoritas lokasi.
Kondisi Terkini di Mojoanyar dan Mojosari
Di Desa Jumeneng, air terpantau sudah surut total, khususnya di Dusun Balongcangkring dan Kuripan.
Sementara itu, di Desa Tinggarbuntut, genangan masih tersisa di jalan poros desa meski rumah warga sudah kering.
Rinaldi menjelaskan, bahwa efektivitas penanganan banjir di wilayah ini sangat bergantung pada dua faktor krusial:
- Kecepatan penanganan tanggul darurat di titik yang jebol.
- Optimalisasi pintu DAM Tinggarbuntut, termasuk pembersihan sampah yang menyumbat aliran.
"Tanggul jebol penyebab banjir masih dalam proses penanganan darurat oleh Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto dan BBWS Brantas," ujar Rinaldi, Kamis (26/3/2026).
Penyebab Banjir di Wilayah Mojosari
Untuk wilayah Mojosari, banjir di Desa Jotangan dan Desa Kedunggempol telah surut total. Berdasarkan identifikasi lapangan, terdapat dua titik tanggul jebol yang memicu bencana di area ini, yakni di Desa Modopuro dan Desa Kebondalem.
Pemerintah daerah telah menyiagakan personel di lokasi-lokasi rawan untuk memantau perkembangan debit air. Selain perbaikan infrastruktur, bantuan logistik juga terus disalurkan kepada warga yang terdampak.
"BPBD fokus pada penanganan warga terdampak bencana banjir, termasuk bantuan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan harian mereka," tambahnya.
Konteks Geografis Mojokerto
Secara geografis, wilayah Mojoanyar dan Mojosari merupakan daerah cekungan yang dialiri oleh beberapa sungai besar, termasuk Kali Sadar yang bermuara ke Sungai Brantas.
Berdasarkan data historis, jebolnya tanggul di area ini sering kali dipicu oleh tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu (Pacet dan Trawas), serta adanya sedimentasi yang mengurangi kapasitas tampung sungai.
Imbauan untuk Warga: Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Segera bersihkan saluran air di lingkungan masing-masing dan hindari membuang sampah ke sungai guna mencegah penyumbatan pada pintu air atau DAM.
banjir Mojokerto
Mojokerto
Kabupaten Mojokerto
BPBD Mojokerto
tanggul jebol
Mojoanyar
Mojosari
Rinaldi Rizal Sabirin
Berita Mojokerto terkini
berita Mojokerto terbaru
berita Mojokerto hari ini
Jawa Timur
| Dari Nganjuk, Presiden Prabowo Genjot 20 Ribu KDKMP untuk Ekonomi Rakyat |
|
|---|
| 85 KDMP di Bojonegoro Resmi Mulai Layani Warga: Harga Lebih Murah |
|
|---|
| Demi Bertemu Prabowo, Para Bocah SD di Nganjuk Ini Lewati Sawah dan Sungai |
|
|---|
| Pokir DPRD Lumajang Jadi Sorotan, Bantuan Material Capai Rp1,07 Miliar |
|
|---|
| Lukisan Remaja Tuna Rungu di Nganjuk Bikin Mobil Prabowo Berhenti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/banjir-mojokerto-2632026.jpg)