Berperan Dalam Pembangunan Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan Masuk Program Prioritas di Nganjuk
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan mental dan fisik ibu selama masa kehamilan.
Penulis: Danendra Kusumawardana | Editor: Deddy Humana
Ringkasan Berita:
- Pemkab Nganjuk mengadakan kegiatan Evaluasi Pendampingan Ibu Hamil Resiko Tinggi dan Balita Gizi Buruk yang bertujuan memperkuat peran tenaga kesehatan.
- Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi memastikan pemberdayaan perempuan akan terus didorong sebagai upaya memperkuat kesehatan masyarakat.
- Evaluasi itu juga diadakan bersamaan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61.
SURYA.CO.ID, NGANJUK - Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menyatakan bahwa pemberdayaan perempuan merupakan kunci keberhasilan dalam pembangunan kesehatan daerah.
Penyebabnya, perempuan memiliki peran besar dalam menentukan kualitas gizi dan kesehatan keluarga.
Hal tersebut dikatakan Kang Marhaen - sapaan Bupati Nganjuk saat menghadiri kegiatan Evaluasi Pendampingan Ibu Hamil Resiko Tinggi dan Balita Gizi Buruk di Gedung Wanita Kabupaten Nganjuk.
"Pemberdayaan perempuan menjadi kekuatan utama dalam membangun kesehatan masyarakat," kata Kang Marhaen, Jumat (7/11/2025).
Ia menjelaskan, pemda akan terus mendorong peningkatan derajat kesehatan dan gizi warga melalui program prioritas daerah. "Karena kesehatan adalah dasar dari semua pembangunan," jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkab Nganjuk juga berkomitmen menekan angka kematian ibu dan bayi melalui intervensi spesifik. Seperti peningkatan layanan kesehatan dasar serta pemerataan fasilitas kesehatan di seluruh wilayah.
Ia menambahkan, semua ibu hamil harus dipastikan memiliki jaminan kesehatan. "Tidak boleh ada warga yang khawatir soal biaya melahirkan. Kalau ada yang belum punya BPJS Kesehatan, laporkan karena pemerintah siap membantu," terangnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam menjaga kesehatan mental dan fisik ibu selama masa kehamilan.
"Ibu hamil tidak boleh stress. Keluarga harus hadir mendukung. Karena dari rahim ibu yang sehat lahir generasi unggul yang akan membawa Nganjuk lebih maju," ujarnya.
Kegiatan Evaluasi Pendampingan Ibu Hamil Resiko Tinggi dan Balita Gizi Buruk itu juga dihelat dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61.
Kegiatan itu diikuti peserta yang terdiri dari Kader Pendamping Ibu Hamil Resiko Tinggi, Kader Pendamping Gentas Ibu, Koordintor Gizi Puskesmas, serta Koordinator KIA Puskesmas se-Kabupaten Nganjuk.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat peran tenaga kesehatan dan kader dalam pendampingan ibu hamil resiko tinggi serta balita yang mengalami gizi buruk.
Hal ini merupakan langkah nyata menurunkan angka stunting dan kematian ibu maupun bayi di Kabupaten Nganjuk. ****
Pemberdayaan Perempuan
kesehatan perempuan di Nganjuk
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi
pendampingan ibu hamil
Pendampingan Ibu Hamil Resiko Tinggi dan Balita Gi
Nganjuk
SURYA.co.id
| Nasib Pengasuh di Pati yang Lecehkan Santriwati: Rumah Digeruduk, DPR Minta Dihukum Seumur Hidup |
|
|---|
| Gerakan Penurunan Angka Kematian Ibu Dicanangkan di Kabupaten Banyuwangi |
|
|---|
| Alasan HK Nekat Bacok Kuli Bangunan di Surabaya hingga Tewas, Murka Usai Lihat Foto di HP Istri |
|
|---|
| Tepati Janji Tangkap Pembunuh Nenek 60 Tahun di Pekanbaru, Ini Sosok Kapolda Riau Herry Heryawan |
|
|---|
| Perahu Angkut Besi Tua Tenggelam di Gresik, 1 Orang Tewas dan 2 Lainnya Masih Hilang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/HKN-2025-di-Nganjuk.jpg)