Senin, 20 April 2026

Pertamina Patra Niaga Ciptakan Ekonomi Sirkular Lewat Program MAMAKU SIGAP

Program ini dirancang sebagai solusi terintegrasi untuk menjawab tantangan lingkungan dan ekonomi

istimewa/Pertamina Patra Niaga
MAMAKU SIGAP - Karyawan dari Pertamina Patra Niaga saat melakukan pendampingan dalam program MAMAKU SIGAP, Sabtu (18/4/2026). Program ini merupakan salah satu program TJSL Pertamina Patra Niaga Pertamina Patra Niaga (PPN) yang terus diperkuat Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap. 

Ringkasan Berita:
  • Pertamina Patra Niaga jalankan program MAMAKU SIGAP di Kutawaru, Cilacap untuk solusi sosial, ekonomi, dan lingkungan.
  • Fokus utama adalah Bank Sampah Abhipraya kelola 7,6 ton sampah/tahun, penanaman mangrove, serta PLTS 6.600 Wp.
  • Dampak ekonomi Rp 366 juta/bulan, hadir Kampoeng Kepiting dan Pasar Amarta, sekaligus dukung SDGs dan kemandirian masyarakat.  

 

SURYA.co.id, SURABAYA – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) terus memperkuat kemandirian masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Salah satunya adalah program MAMAKU SIGAP (Masyarakat Mandiri Kutawaru - Sistem Integrasi Pengelolaan Lingkungan Kawasan Pesisir) yang dilaksanakan oleh Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, program ini dirancang sebagai solusi terintegrasi untuk menjawab tantangan lingkungan dan ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat Kelurahan Kutawaru, Kabupaten Cilacap.

"Berdasarkan hasil pemetaan sosial, di Kutawaru ada lebih dari 4.600 orang berpendapatan rendah atau 320 kelompok rentan secara ekonomi," kata Roberth dalam rilis yang dikirimkan, Sabtu (18/4/2026).

Mereka terdiri dari mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI), mantan Anak Buah Kapal (ABK), buruh serabutan, perempuan dari keluarga prasejahtera, anak-anak sekolah, serta masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana. 

Fasilitas Tempat Pembuangan Akhir

Sementara permasalahan lingkungan terkait dengan ketiadaan fasilitas tempat pembuangan akhir (TPA) sehingga per tahun kelurahan ini bisa menghasilkan sekitar 240 ton sampah.

“Kondisi ini menegaskan perlunya solusi terpadu yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pertamina Patra Niaga merasa terpanggil untuk terjun langsung kesana dan membuat perubahan melalui inovasi sosial,” jelas Roberth.

Setelah melewati berbagai proses persiapan, pada 2020 dimulailah program MAMAKU SIGAP sebagai program integratif yang menggabungkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. 

Bank Sampah Abhipraya

Salah satu pilar utama program ini adalah pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Abhipraya dengan pendekatan ekonomi sirkular.

Konsep ini diterapkan melalui langkah-langkah prinsip ekonomi sirkular yaitu Refuse (R0), Rethink (R1), Repurpose (R7), Recycle (R8), dan Recover (R9).

Menurut Roberth, dengan strategi tersebut, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat. 

Setiap tahunnya, bank sampah ini berhasil mengelola sebanyak 7,6 ton sampah.

“Dengan beroperasinya Bank Sampah Abhipraya, masalah lingkungan di Kutawaru teratasi dengan baik. Bank sampah ini juga menjawab permasalahan ekonomi warga, karena sampah yang dikelola menghasilkan pundi-pundi rupiah,” ungkap Roberth.

Inisiasi Penanaman Mangrove

Masih di bidang lingkungan, Pertamina Patra Niaga juga menginisiasi penanaman mangrove di pesisir pantai Cilacap sebagai upaya untuk mencegah abrasi. 

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved