Kamis, 4 Juni 2026

Telkom Catat Pendapatan Rp37,2 Triliun pada Kuartal I 2026, Naik 1,5 Persen

Telkom membukukan pendapatan Rp37,2 triliun pada kuartal I 2026, ditopang pertumbuhan bisnis digital, infrastruktur, dan data center.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Cak Sur
istimewa/Dokumen Telkom
TUMBUH 1,5 PERSEN - Direktur Utama Telkom Indonesia Tbk, Dian Siswarini. Dia mengumumkan kinerja kuartal I tahun 2026 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun atau tumbuh 1,5 persen (Year on Year/YoY). 

Ringkasan Berita:
  • Telkom mencatat pendapatan konsolidasi Rp37,2 triliun pada kuartal I 2026 atau tumbuh 1,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dengan laba bersih Rp4,3 triliun.
  • Pertumbuhan ditopang bisnis digital Telkomsel, peningkatan ARPU pelanggan, ekspansi fiber Mitratel, serta permintaan data center yang terus meningkat.
  • Telkom mempercepat strategi transformasi TLKM 30 melalui efisiensi bisnis, monetisasi aset, divestasi AdMedika, dan penguatan bisnis fiber melalui InfraNexia.

SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif pada kuartal pertama 2026 dengan membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,2 triliun, atau tumbuh 1,5 persen secara tahunan (year on year/YoY).

Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp4,3 triliun di tengah pelaksanaan transformasi bisnis melalui strategi TLKM 30.

Berdasarkan laporan kinerja yang diumumkan Senin (1/6/2026), Telkom mencatat EBITDA sebesar Rp18 triliun dengan EBITDA margin mencapai 48,3 persen. Sementara laba bersih yang dinormalisasi mencapai Rp5,1 triliun dengan margin 13,8 persen.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan capaian tersebut menjadi fondasi awal yang positif untuk mempercepat transformasi dan memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan.

"Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini, menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan, pelanggan, masyaraka, dan negara," ujar Dian.

Bisnis Telkomsel Jadi Motor Pertumbuhan Segmen B2C

Pada segmen B2C yang meliputi layanan mobile dan fixed broadband, Telkomsel membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp27,6 triliun atau tumbuh 1,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan bisnis digital dan kenaikan payload data sebesar 2,3 persen secara tahunan.

Beberapa indikator utama kinerja Telkomsel antara lain:

  • Pendapatan konsolidasi Rp27,6 triliun
  • Pertumbuhan payload data 2,3 persen YoY
  • ARPU mencapai Rp45.100
  • ARPU tumbuh 6,4 persen YoY
  • Fokus pada peningkatan kualitas jaringan dan pengalaman pelanggan

Menurut Dian, strategi disiplin harga, penyederhanaan produk, dan peningkatan kualitas layanan berhasil menciptakan pasar yang lebih sehat sekaligus meningkatkan produktivitas pelanggan.

Ia menilai, prospek industri telekomunikasi masih sangat menjanjikan karena layanan internet dan konektivitas telah menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Mitratel dan Fiber Optik Dorong Kinerja Infrastruktur

Segmen B2B Infrastructure menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan Telkom dengan pendapatan mencapai Rp2,4 triliun, atau meningkat 6,8 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh ekspansi bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT) yang dijalankan Mitratel.

Sepanjang kuartal pertama 2026, Mitratel mencatat sejumlah pencapaian:

  • Pendapatan Rp2,3 triliun
  • EBITDA margin 82,7 persen
  • Penambahan jaringan fiber optik sepanjang 1.080 kilometer
  • Total kepemilikan fiber optik mencapai 58.279 kilometer

Ekspansi tersebut, memperkuat posisi Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi generasi berikutnya yang mengintegrasikan layanan menara dan jaringan fiber.

Data Center dan Bisnis Internasional Tumbuh Positif

Telkom juga terus memperkuat bisnis data center melalui NeutraDC Group dan layanan edge data center NeuCentrIX.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved