Sabtu, 25 April 2026

Pertamina Patra Niaga Ciptakan Ekonomi Sirkular Lewat Program MAMAKU SIGAP

Program ini dirancang sebagai solusi terintegrasi untuk menjawab tantangan lingkungan dan ekonomi

istimewa/Pertamina Patra Niaga
MAMAKU SIGAP - Karyawan dari Pertamina Patra Niaga saat melakukan pendampingan dalam program MAMAKU SIGAP, Sabtu (18/4/2026). Program ini merupakan salah satu program TJSL Pertamina Patra Niaga Pertamina Patra Niaga (PPN) yang terus diperkuat Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap. 

Roberth menambahkan, program ini juga memanfaatkan energi bersih melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 6.600 Wattpeak (Wp).

Dalam aspek ekonomi, Pertamina Patra Niaga mendorong pendirian Kampoeng Kepiting. Ini merupakan sentra kuliner hidangan laut yang dikelola oleh warga Kutawaru. 

Salah satu menu unggulannya adalah kepiting cangkang lunak. Kini Kampoeng Kepiting menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Cilacap dengan omzet per bulan mencapai puluhan juta rupiah.

“Kami juga menginisiasi Pasar Amarta yang merupakan pusat pemasaran produk UMKM lokal. Lalu ada pula Integrated Farming System yang merupakan wadah implementasi sistem pertanian dan dan perikanan untuk warga,” terang Roberth.

Perputaran Ekonomi Program Mamaku Sigap

Konsep integrasi dalam program MAMAKU SIGAP memberikan dampak sosial  yang dahsyat.

Menurut Roberth, perputaran ekonomi dalam program ini mencapai Rp 366 juta per bulan. 

Dari angka tersebut, 5 persen disalurkan untuk kegiatan kemasyarakatan, sehingga memberikan dampak sosial yang baik. 

Dampak pendidikan juga terasa, yakni terbentuknya 1 pusat pembelajaran yang mendorong masyarakat lebih mandiri dan berkelanjutan dalam pengelolaan sampah.

Roberth menegaskan, program MAMAKU SIAGA merupakan langkah nyata Pertamina Patra Niaga dalam mendukung berbagai poin Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), mulai dari pengentasan kemiskinan, pendidikan berkualitas, pekerjaan yang layak hingga penanganan perubahan iklim.

“Dengan keberhasilan menciptakan ekosistem yang lebih inklusif, mandiri, dan berkelanjutan, kami optimis MAMAKU SIGAP bisa menjadi contoh nyata bagaimana inovasi sosial dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat, sekaligus menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Indonesia,” pungkas Roberth.

BACA BERITA SURYA.co,id LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Sumber: Surya
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved