Selasa, 5 Mei 2026

Harga Solar Naik, Nelayan Banyuwangi Justru Aman, Kenapa?

Nelayan Muncar Banyuwangi tidak terdampak kenaikan harga solar nonsubsidi karena masih menggunakan BBM subsidi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Aflahul Abidin
BBM NELAYAN - Kapal-kapal nelayan terparkir di Pelabuhan Perikanan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (5/5/2026). Seluruh nelayan di Muncar menggunakan solar bersubsidi. 
Ringkasan Berita:
  • Nelayan di wilayah Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), tidak terdampak kenaikan harga solar nonsubsidi karena mayoritas kapal berukuran di bawah 30 GT sehingga tetap menggunakan BBM subsidi.
  • Ketersediaan solar subsidi juga dinilai aman berkat dukungan SPDN dan SPBN di sekitar pelabuhan.
  • Meski biaya operasional berpotensi naik jika harga BBM berubah, nelayan tetap melaut karena menjadi sumber utama mata pencaharian mereka.

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Ribuan nelayan di kawasan pesisir Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim), dipastikan tidak terkena imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar nonsubsidi yang fluktuatif. Ketahanan ekonomi para nelayan ini terjaga, karena mayoritas armada tangkap yang beroperasi di salah satu pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia ini masih masuk dalam kategori penerima subsidi pemerintah.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banyuwangi, Hasan Basri, mengungkapkan bahwa struktur armada laut di Muncar didominasi oleh kapal-kapal kecil dan menengah. Berdasarkan regulasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kapal dengan ukuran di bawah 30 Gross Tonnage (GT) memang berhak mengakses solar bersubsidi untuk mendukung operasional melaut.

"Nelayan di Muncar mayoritas masih menggunakan solar subsidi. Hampir semua kapal di bawah 30 GT, jadi masih bisa menggunakan BBM subsidi untuk operasional harian mereka," ujar Hasan Basri saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Selasa (5/5/2026).

Duduk Perkara: Kapal Slerek dan Gardan di Muncar

Di wilayah perairan Muncar, terdapat sekitar 150 unit kapal yang aktif beroperasi. Mayoritas armada ini terdiri dari jenis kapal Slerek dan Gardan. Kapal Slerek merupakan ciri khas alat tangkap Banyuwangi yang bekerja secara berpasangan (dua kapal) untuk membentangkan jaring purseseine, sedangkan kapal Gardan biasanya beroperasi secara mandiri.

Kedua jenis kapal ini memiliki spesifikasi teknis di bawah ambang batas 30 GT. Hal inilah yang menjadi tameng bagi ekonomi nelayan lokal saat harga minyak dunia atau solar industri melonjak tajam. Keberadaan infrastruktur pendukung di pelabuhan juga memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas pasokan.

  • SPDN (Solar Packed Dealer Nelayan): Tersedia khusus untuk melayani kebutuhan nelayan kecil.
  • SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan): Menjamin distribusi solar subsidi tetap sasaran dan mudah diakses.

"Untuk ketersediaan solar bersubsidi di Muncar sejauh ini aman. Pasokan dari SPDN dan SPBN selalu mencukupi kebutuhan meski permintaan sedang tinggi," lanjut Hasan.

Analisis Operasional dan Tantangan Melaut

Meski saat ini masih terlindungi oleh subsidi, solar tetap menjadi komponen biaya operasional terbesar bagi nelayan. Berdasarkan data lapangan, kebutuhan solar untuk satu kali melaut (trip) rata-rata mencapai 200 liter. Angka ini bisa membengkak jika lokasi gerombolan ikan (fishing ground) berada di luar radius standar 12 mil laut.

Hasan Basri menekankan, bahwa stabilitas harga BBM sangat krusial bagi kelangsungan hidup nelayan.

"Jika BBM naik, otomatis biaya produksi membengkak. Padahal, nelayan tetap harus melaut karena itu adalah satu-satunya mata pencaharian mereka, berapapun hasil tangkapannya," tegasnya.

Siklus Bulan Purnama dan Harapan Tangkapan

Kondisi terkini di Pelabuhan Muncar menunjukkan aktivitas yang mulai menggeliat kembali. Para nelayan baru saja kembali melaut sekitar 2-3 hari terakhir, seiring berakhirnya fase malam bulan purnama yang biasanya membuat ikan cenderung bersembunyi di kedalaman.

SURYA.co.id mencatat bahwa masa pasca-purnama adalah momentum krusial bagi nelayan Muncar untuk meraup keuntungan.

"Karena baru mulai bekerja kembali, kami belum bisa memastikan volume tangkapan saat ini. Harapan kami tentu hasilnya melimpah agar kesejahteraan nelayan di Banyuwangi terus meningkat," pungkas Hasan Basri.

Tips Bagi Nelayan: Pastikan kartu Kusuka (Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan) selalu aktif untuk memudahkan verifikasi saat pengambilan BBM subsidi di SPBN setempat.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved