Dampak Cuaca Buruk, Jalur Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Macet
Antrean kendaraan terpantau mengular hingga 3 kilometer sejak pagi, didominasi truk logistik dan kendaraan besar.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Kemacetan Situbondo–Banyuwangi terjadi akibat cuaca buruk di Selat Bali, antrean kendaraan logistik mengular hingga 3 km.
- Operasional penyeberangan tetap berjalan, namun proses sandar dan bongkar muat kapal lebih lama karena kondisi air surut dan gelombang tinggi.
- ASDP dan BPTD lakukan pengaturan pola operasi kapal, optimalisasi kantong parkir, serta imbau pengguna jasa merencanakan perjalanan dengan baik.
SURYA.co.id, BANYUWANGI - Kemacetan parah melanda jalur Situbondo–Banyuwangi menuju Pelabuhan Ketapang, Jumat (22/5/2026), imbas cuaca buruk di perairan Selat Bali.
Antrean kendaraan terpantau mengular hingga 3 kilometer sejak pagi, didominasi truk logistik dan kendaraan besar.
Kendaraan roda dua relatif lancar karena bisa menyalip di kanan-kiri kendaraan yang terjebak macet.
Pada malam sebelumnya, ekor kemacetan lebih panjang, mencapai lebih dari 5 km.
Cuaca di Selat Bali Alami Perubahan
Pihak ASDP Ketapang menyatakan, cuaca di perairan Selat Bali sejak Rabu (20/5/2026) malam mengalami perubahan yang cukup dinamis.
Baca juga: Gagal Kabur ke Jawa, Pelaku Curanmor Dibekuk di Tengah Laut Selat Bali
"Sehingga berdampak pada penyesuaian operasional penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk," kata GM ASDP Cabang Ketapang Arief Eko.
Proses Pelayanan Kapal Terganggu
Situasi tersebut menyebabkan proses pelayanan kapal terganggu.
Khususnya saat manuver sandar dan aktivitas bongkar muat kendaraan.
"Itu harus dilakukan secara lebih cermat dan hati-hati dengan mengedepankan aspek keselamatan pelayaran. Dampaknya, terjadi antrean kendaraan logistik di sejumlah titik area pelabuhan," ujar dia.
Operasional Penyeberangan Tetap Berjalan
Di tengah kondisi tersebut, ia menyatakan, operasional penyeberangan tetap berjalan.
ASDP bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan terus melakukan langkah-langkah penanganan secara bertahap.
Mulai dari pengaturan pola operasi kapal hingga optimalisasi area kantong parkir Bulusan.
"ASDP memahami situasi ini dapat mempengaruhi kenyamanan perjalanan pengguna jasa. Karena itu, perusahaan terus memaksimalkan layanan agar arus penyeberangan tetap bergerak dengan aman, tertib, dan terkendali sesuai kondisi cuaca di lapangan," katanya.
Proses Bongkar Muat Lebih Lama
Pengguna jasa juga diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memantau informasi resmi operasional penyeberangan, serta mengikuti arahan petugas demi kelancaran bersama.
Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran BPTD Ketapang, Rahut, mengatakan, cuaca buruk mengakibatkan kapal sulit sandar.
Sehingga, proses bongkar muat memakan waktu lebih lama ketimbang biasanya.
"Kondisi air surut di Dermaga LCM di kedua sisi pelabuhan juga membuat proses bongkar muat tidak maksimal," katanya.
BACA BERITA SURYA.co.id LAINNYA DI GOOGLE
| Gaya Rambut Beach Wave dan French Blending, Bikin Uban Tersamarkan Natural |
|
|---|
| Demi Jegal Nuklir Iran, Trump Abaikan Ekonomi Warga AS Saat Biaya Membengkak 3 Kali Lipat |
|
|---|
| Nasib Dirjen Bea Cukai Masih Aman Meski Disinggung Prabowo dan Namanya Ada di Dakwaan Kasus Korupsi |
|
|---|
| Sosok Hakim Militer Kolonel Fredy Ferdian Mau Dilaporkan Keluarga Kacab Bank BUMN Korban Pembunuhan |
|
|---|
| Direksi Bank Jatim Borong Saham, Tegaskan Komitmen Pertumbuhan Berkelanjutan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Kemacetan-disebabkan-cuaca-buruk-di-Selat-Bali.jpg)