Senin, 20 April 2026
Grahadi

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Belajar SPBE dan Logistik ke Gubernur Jatim Khofifah

Sherly Tjoanda temui Khofifah di Grahadi, bahas strategi tekan biaya logistik dan inflasi Maluku Utara. Cek selengkapnya!

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Cak Sur
Surya.co.id/Fatimatuz Zahro
KUNJUNGAN - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos melakukan kunjungan kerja ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya, disambut hangat oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jumat (27/2/2026). Sherly menegaskan bahwa tujuannya ke Jawa Timur adalah untuk berguru langsung kepada Khofifah, yang ia anggap sebagai mentor dalam memimpin daerah. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas SDM dan tata kelola pemerintahan. 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur untuk belajar tata kelola pemerintahan.
  • Fokus utama kerja sama meliputi penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan efisiensi logistik pangan.
  • Khofifah Indar Parawansa berkomitmen mendukung optimalisasi arus balik pelayaran dari Maluku Utara ke Jawa Timur.

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos, melakukan kunjungan kerja resmi ke Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Jumat (27/2/2026). Kedatangannya disambut hangat oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa.

Pertemuan dua tokoh perempuan ini berlangsung dinamis selama dua jam. Menariknya, keduanya tampil kompak mengenakan batik dengan nuansa warna senada, yang menurut Sherly merupakan simbol kebersamaan dan satu visi.

Sherly menegaskan, bahwa tujuannya ke Jawa Timur adalah untuk berguru langsung kepada Khofifah, yang ia anggap sebagai mentor dalam memimpin daerah. Fokus utamanya adalah peningkatan kualitas SDM dan tata kelola pemerintahan.

Transformasi Digital dan Efisiensi Logistik

Dalam diskusi tersebut, Sherly menyoroti ketimpangan Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Saat ini, Jawa Timur meraih skor 4,7 (salah satu yang tertinggi), sementara Maluku Utara masih di angka 3,6.

Selain digitalisasi, persoalan serius yang dibahas adalah tingginya biaya logistik yang memicu inflasi di Maluku Utara. Berikut adalah poin utama kesepakatan kedua gubernur:

  • Optimalisasi Supply Chain: Memastikan kapal pengangkut bahan pangan (beras, telur, ayam) tidak kembali kosong dari Maluku Utara ke Jatim.
  • Peningkatan SDM: Pengiriman tim Pemprov Maluku Utara untuk belajar di BPSDM Jawa Timur.
  • Kerja Sama Sektoral: Perluasan kolaborasi di bidang pertanian, pendidikan, dan misi dagang berkelanjutan.

Khofifah menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan siap mendukung ketersediaan pasar bagi produk unggulan Maluku Utara di Jawa Timur agar biaya pelayaran lebih efisien.

Hubungan Dagang Jatim-Malut

Berdasarkan data Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim, Maluku Utara merupakan mitra strategis dalam jalur perdagangan antarpulau. Jawa Timur menyuplai hampir 80 persen kebutuhan pokok untuk wilayah Indonesia Timur, termasuk Malut.

Ketimpangan muatan balik (return cargo) selama ini menjadi tantangan utama yang membuat harga barang di wilayah timur tetap tinggi.

Program Tol Laut dan Misi Dagang yang diinisiasi Khofifah sejak 2025 telah menempatkan Maluku Utara sebagai prioritas utama untuk integrasi logistik nasional.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved