Lebaran 2026
Gapasdap : Macet Ketapang-Gilimanuk Bisa Jadi Bom Waktu Jika Tak Ada Solusi Jangka Panjang
Organisasi pengusaha angkutan ini menilai, tanpa penambahan dermaga, pelabuhan akan menghadapi “bom waktu” kemacetan
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
Ringkasan Berita:
- Gapasdap memperingatkan risiko “bom waktu” kemacetan di lintas Ketapang–Gilimanuk saat arus mudik-balik 2026, jika dermaga baru tidak segera dibangun.
- Solusi utama di antaranya penambahan dermaga, bukan kapal. Saat ini 56 kapal tersedia, tapi hanya 28 bisa beroperasi per hari karena keterbatasan dermaga.
- Gapasdap merekomendasikan pembangunan dermaga sebagai prioritas nasional, dilakukan bertahap, dengan manajemen trafik darat–laut yang terintegrasi.
SURYA.co.id, BANYUWANGI - Pemerintah diingatkan Gapasdap soal ancaman kemacetan parah di lintas Ketapang–Gilimanuk saat arus mudik-balik 2026.
Organisasi pengusaha angkutan ini menilai, tanpa penambahan dermaga, pelabuhan akan menghadapi “bom waktu” kemacetan setiap musim liburan.
Solusi yang diusulkan adalah pembangunan dermaga baru secara bertahap, dengan target ideal tiga pasang dermaga tambahan.
Baca juga: Macet Parah Menuju Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. Ekor Kendaraan Sentuh 15 Kilometer
"Gapasdap mengingatkan, jika pembangunan dermaga tidak segera dilakukan, maka hanya tinggal menunggu bom waktu kemacetan di mulut pelabuhan setiap musim liburan," terang Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo kepada SURYA.co.id,, Selasa (31/3/2026).
Terkerek Pembangunan Tol Probowangi
Lalu lintas kendaraan yang akan menyeberang ke lintas Jawa-Bali diprediksi akan terkerek oleh pembangunan tol Probowangi.
Apalagi jika ruas tol yang terbangun semakin mendekat ke arah Banyuwangi.
"Sebagaimana keberhasilan pembangunan jalan tol, sektor penyeberangan juga membutuhkan perhatian serius dalam pembangunan infrastruktur pelabuhan," sambung dia.
Upaya Pengaturan Belum Optimal
Khoiri mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan pihak terkait soal pengaturan selama arus mudik-balik di pelabuhan.
Namun demikian, ia menyebut berbagai upaya itu belum optimal.
Alasannya, Gapasdap menganggap kebijakan pemangku kepentingan di lapangan masih terlalu kaku.
"Di tambah distribusi trafik tidak merata dan ifrastruktur pelabuhan belum memadai," ujarnya.
Keterbatasan Dermaga
Ia menyebut, solusi penanganan macet di Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk bukannya penambahan kapal. Tapi penambahan dermaga.
"Gapasdap menegaskan bahwa akar persoalan kemacetan bukan pada jumlah kapal, melainkan pada keterbatasan dermaga.
Jumlah kapal di lintasan itu sebanyak 56 kapal. Sementara operasional kapal berdasarkan jumlah dermaga yang ada saat ini sebanyak 28 unit per hari.
| Libur Lebaran 2026, Wisata di Kabupaten Lamongan Dipadati 62 Ribu Lebih Pengunjung |
|
|---|
| Evaluasi Macet Penyeberangan Jawa-Bali saat Lebaran 2026 : Optimalisasi Dermaga Bulusan |
|
|---|
| Survei ITS : Kepuasan Angkutan Lebaran 2026 Meningkat, Kereta Api Tertinggi |
|
|---|
| Mudik dan Wisata Lebaran 2026 Meningkat, Perjalanan Domestik dan Luar Negeri Makin Ramai |
|
|---|
| Sehari Pasca Puncak Balik Lebaran 2026, Kendaraan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Masih Mengular |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/Gapasdap-menyebut-kemacetan-yang-terjadi.jpg)