Jumat, 10 April 2026

Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional, Agen Perlinsos di Banyuwangi Dilatih

Sejumlah persiapan dilakukan, salah satunya melatih ratusan agen perlinsos untuk dapat memahami penggunaan portal perlinsos

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id/Aflahul Abidin
DIGITALISASI BANSOS - Kabupaten Banyuwangi telah resmi ditunjuk pemerintah pusat menjadi lokus pilot project digitalisasi program perlindungan sosial (perlinsos) nasional yang menjadi mandat dari Presiden Prabowo kepada Menteri Sosial dan Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) untuk meningkatkan ketepatsasaran bantuan sosial. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi ditunjuk pemerintah pusat menjadi lokus pilot project digitalisasi program perlindungan sosial (perlinsos) nasional.

Hal ini merupakan mandat Presiden Prabowo kepada Menteri Sosial dan Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) untuk meningkatkan ketepatsasaran bantuan sosial. 

“Tiga pesan kunci Presiden kepada kepada Menteri Sosial: Pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), Sekolah Rakyat, dan Bantuan Sosial Tepat Sasaran.” kata Andy Kurniawan, Tenaga Ahli Menteri Sosial, Jumat (12/9/2025).

Baca juga: Tiap Jumat, Pegawai Pemkab Banyuwangi ke Kantor Naik Ojek Online dan Transportasi Umum

Sejumlah persiapan dilakukan, salah satunya melatih ratusan agen perlinsos untuk dapat memahami penggunaan portal perlinsos. 

Digitalisasi Perlinsos dirancang dengan tujuan agar bansos lebih tepat sasaran dan lebih akurat. 

Dalam Portal Perlinsos masyarakat bisa mendaftar mandiri ke program ini baik melalui HP sendiri atau dibantu oleh gabungan Pendamping PKH dan TKSK yang tergabung dalam agen perlinsos. 

“Sistem ini dirancang agar memudahkan masyarakat dalam mendaftar program bantuan sosial dan agen perlinsos dalam membantu pendaftaran masyarakat yang membutuhkan pendampingan” kata Andy. 

Baca juga: Bupati Ipuk Terus Peluk Siswa Sekolah Rakyat Banyuwangi yang Menangis Karena Rindu Ibu

Agen Perlinsos yang tediri dari 167 Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan 25 tenaga sosial kesejahteraan kecamatan (TKSK) dilatih intensif oleh tim Gugus Tugas KPTDP.

Bimtek Training Of Trainer (TOT) tersebut dilakukan selama tiga hari di Banyuwangi (9 – 11 September 2025). 

“Kita intensifkan pendampingan ke pendamping PKH, TKSK, tim Resolution Center Kab. Banyuwangi. Karena rencana pendaftaran untuk masyarakat Banyuwangi nanti di akhir September. Jadi kita lakukan mulai persiapkan dari sekarang,” kata Fathur Rahman Utomo, Dewan Ekonomi Nasional.   

“Dan perlu diketahui, pendaftaran ini untuk bansos tahun depan 2026. Kalau tahun 2025 penetapan KPM akan masih menggunakan metode yang saat ini berlaku, tidak berubah,” imbuhnya.   

Baca juga: Kabupaten Banyuwangi Komitmen Wujudkan Pemerintahan Digital, Dapat Apresiasi 2 Sosok Ini

Fathur menambahkan proses pilot project ini terdiri dari empat tahap mulai dari proses masyarakat mendaftarkan diri, proses seleksi, pemberitahuan hasil, sampai melakukan sanggahan bila ada warga yang menyanggah.

Salah satu proses penting dalam pilot project ini adalah fase seleksi dimana para pakar kemiskinan akan merumuskan formulasi kriteria kelayakan berdasarkan data-data kementerian dan lembaga lain yang tergabung untuk menguatkan DTSEN. 

”Selain Portal Perlinsos memudahkan pendaftaran, Bapak/Ibu agen perlinsos tidak perlu berusaha menjelaskan alasan kenapa pendaftar nanti diterima atau ditolak. Bapak/Ibu cukup fokus pada registrasi saja, kelayakan akan ditentukan oleh sistem yang formulanya dibantu oleh para pakar kemiskinan, yang nantinya akan dievaluasi secara bertahap” ujar Rahmat Danu Andika, Principal Govtech Expert, Dewan Ekonomi Nasional. 

Salah satu pendamping PKH yang mengikuti bimtek, Tanti dari Kecamatan Glagah mengatakan bahwa program ini sangat mudah diakses dan memudahkan masyarakat serta pendamping. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved