Penutupan Jalur Gumitir

Jalur Gumitir Jember Dibuka Lebih Awal, Ini Respon Sopir Truk Logistik

Ketua Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) mengatakan, penutupan jalur Gumitir merugikan para sopir, baik secara materi maupun waktu

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id/Aflahul Abidin
KEMACETAN - Kendaraan menunggu di kantong parkir Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Rabu (16/7/2025). Kemacetan terjadi salah satunya karena pembatasan operasi kapal saat itu. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Jalur Gumitir yang menghubungkan Jember-Banyuwangi rencananya akan dibuka lebih awal pada pekan pertama September 2025.

Sebelumnya, satu-satunya jalur penghubung Jember-Banyuwangi Jawa Timur itu ditutup total sejak salah satu ruasnya dibangun pada 24 Juli 2025.

Ketua Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) Slamet Barokah mengatakan, penutupan jalur Gumitir merugikan para sopir, baik secara materi maupun waktu.

Baca juga: Reaksi Bupati Ipuk Fiestiandani Soal Pembangunan Jalur Gumitir di Jember

Sejak jalur tersebut ditutup, para sopir logistik harus memutar lewat jalur pantura atau Situbondo untuk mengirim barang dari daerah Banyuwangi Selatan menuju Surabaya dan sekitarnya.

Karena jarak tempuh itu, para sopir truk harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bahan bakar senilai rata-rata Rp 150 ribu untuk sekali keberangkatan. Sementara waktu tempuh juga bertambah hingga 2 jam.

"Sejak jalur ditutup, kami para sopir truk sangat kesulitan dan rugi. Operasional jauh lebih besar dan waktu lebih lama," kata Slamet, Selasa (26/8/2025).

Baca juga: Tikungan Khokap Di Jalur Gumitir Jember Ini Bernilai Rp 1 Miliar,  Apa Itu Tikungan Khokap

Kerugian bukan hanya dirasakan oleh para sopir. Tapi juga para pemilik barang logistik.

Sebab, para sopir akan meminta tambahan biaya kepada pemilik barang untuk menutup penambahan pengeluaran selama perjalanan.

"Biasanya kalau dari Banyuwangi wilayah selatan menuju Surabaya, ongkos untuk sopir sekitar Rp 800 ribu. Tapi karena memutar, harus menambah biaya solar tadi," ujar dia.

Baca juga: Perkuat Jalan Bekas Longsor di Gumitir Jember, Pelaksana Proyek Pasang Bronjong di Tikungan Khokap

Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik rencana pembukaan lebih awal jalur Gumitir. 

Sebelumnya, jalur Gumitir diperkirakan baru bisa dibuka pada pekan terakhir September. Kini, pihak terkait memastikan awal bulan jalur dibuka.

Jalur Gumitir yang saat ini ditutup karena dilakukan perbaikan, bisa dilalui lebih cepat dari rencana. 

Jalur yang menjadi penghubung utama Banyuwangi dan Jember direncanakan dibuka Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali pada awal September mendatang.

Kepala BBPJN Jatim-Bali, Javid Hurriyanto mengatakan, semula perbaikan Jalur Gumitir diperkirakan membutuhkan waktu dua bulan mulai 24 Juli hingga 24 September 2025.

Namun setelah dilakukan percepatan, jalur bisa dibuka lebih cepat pada minggu pertama September. Percepatan ini dilakukan karena permintaan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Gubernur Jatim, dan pemerintah daerah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved