Wawancara Eksklusif
Wawancara Eksklusif Gubernur Khofifah, Sukses Bawa Jatim Jadi Provinsi Terdepan di Indonesia
Memasuki bulan keenam di periode kedua memimpin Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendapatkan sejumlah catatan keberhasilan.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: irwan sy
SURYA.co.id | SURABAYA – Memasuki bulan keenam di periode kedua memimpin Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendapatkan sejumlah catatan keberhasilan.
Angka kemiskinan Jawa Timur berhasil diturunkan secara signifikan, dan yang terbaru ekonomi Jatim tumbuh impresif menduduki posisi tertinggi mengungguli empat provinsi lain di Pulau Jawa.
Capaian tersebut juga diperkuat dengan prestasi di sektor lain seperti pendidikan dan juga investasi.
Hal ini menjadi hasil nyata dari gebrakan Gubernur Khofifah dalam memimpin Jawa Timur sejak periode pertama 2019-2024 yang kemudian dilanjut untuk periode 2025-2030 mendatang.
Baca juga: Gubernur Khofifah Klaim Berhasil Entaskan 17.940 Masyarakat Miskin Jawa Timur Per Maret 2025
Apa gebrakan yang telah dilakukan Gubernur Khofifah hingga berhasil membawa Jatim menjadi provinsi terdepan dan terkemuka di Indonesia, dan program apa yang telah disiapkan untuk mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara?
Simak wawancaera ekslusif SURYA.co.id bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa berikut ini:
SURYA: Kembali memimpin Jawa Timur ke periode kedua, gebrakan apa yang menjadi andalan Gubernur Khofifah untuk mencapai mimpi besar mewujudkan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara?
Gubernur Khofifah: Sejak memimpin di periode pertama, pengentasan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan warga Jatim adalah prioritas kami. Terbukti dalam nawa bhakti satya baik jilid pertama dan kedua, yang kami jadikan nomor 1 adalah Jatim Sejahtera. Semua program yang kita rancang muaranya adalah mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan warga masyarakat Jawa Timur.
Di awal kami menjabat periode pertama, kemiskinan Jawa Timur per Maret 2019 adalah 10,37 persen. Alhamdulillah per Maret 2025 yang baru dirilis akhir Juli kemarin, kemiskinan Jawa Timur telah menurun menjadi 9,5 persen.
Penurunan kemiskinan Jatim dari Maret 2024 ke Maret 2025 lebih tinggi terjadi di wilayah perdesaan. Tepatnya, sebesar 0,44 persen poin atau setara dengan 105.290 jiwa, sementara di perkotaan sebesar 0,12 persen poin atau 1.510 jiwa.
Selain angka kemiskinan yang menurun, disparitas kemiskinan antara desa dan kota juga menunjukkan tren positif dengan kecenderungan menyempit menjadi 5,86 persen dari 7,59 pada Maret 2019. Selain itu, Gini Ratio di Jawa Timur juga mengalami penurunan sebesar 0,004 poin dibandingkan September 2024 sebesar 0,373 poin menjadi 0,369 poin Maret 2025.
Tentu ini bukan hasil kerja instan, tapi adalah hasil upaya konsisten yang terus kita lakukan dalam menyalurkan banyak program pengentasan kemiskinan. Tapi data ini menjadi bukti nyata bahwa upaya kita membuahkan hasil yang menggembirakan.

SURYA: Menurut data BPS tersebut, disebutkan bahwa Jatim sukses menurunkan angka kemiskinan sebesar 0,29 persen yang setara mengentaskan 17.940 warga miskin dalam setahun terakhir. Strategi dan gebrakan apa lagi yang akan dilakukan Pemprov Jatim untuk mengentaskan kemiskinan?
Gubernur Khofifah: Rumusan strategi kami dalam menurunkan kemiskinan ada dalam nawa bhakti satya kami yang pertama yaitu Jatim Sejahtera. Dimana kami ingin mempercepat pengentasan kemiskinan di desa dan kota melalui pendekatan lintas sektoral dan spasial yang terpadu dengan memperkuat peran kaum perempuan dalam program pemberdayaan serta memprioritaskan warga miskin di kelompok rentan di antaranya difabel dan lansia melalui program bantuan dan perlindungan sosial berbasis DTSEN.
Strateginya adalah memberikan pemenuhan perlindungan sosial pada masyarakat rentan seperti PKH Plus untuk lansia dan bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas, pemenuhan rumah layak huni serta peningkatan daya saing dan produktivitas ekonomi pedesaan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.