KEREN, 24 Tim Kecamatan Ikuti Pasuruan Super League, Berhadiah Fantastis, Ada Transfer Pemain 'Luar'

Turnamen ini dipusatkan di empat lapangan yaitu A Yani Grati, CJI Rejoso, Ngadimulyo Sukorejo, dan Plumbon Pandaan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Deddy Humana
surya/Galih Lintartika (Galih)
SIAPKAN BAKAT BARU - Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo - Shobih Asrori bersama sejumlah tamu undangan berfoto bersama usai drawing Pasuruan Super League Bupati Cup 2025. 


SURYA.CO.ID, PASURUAN - Kabupaten Pasuruan menjadi daerah yang paling aktif menggelar kegiatan olahraga untuk pembibitan atlet daerah, salah satunya lewat sepak bola.

Kali ini Pemkab Pasuruan kembali menggulirkan turnamen liga super lokalan namun bervisi jauh ke depan, yaitu Pasuruan Super League Bupati Cup 2025 atau PSL.

Ini bukan turnamen biasa melainkan event akbar karena menjadi langkah strategis dalam mencari bibit-bibit unggul sepak bola dari seluruh penjuru wilayah Pasuruan.

Kompetisi ini akan mempertemukan tim-tim perwakilan dari 24 kecamatan, dengan total hadiah mencapai lebih dari Rp 232 juta.

Turnamen ini secara resmi dibuka dengan pengundian grup yang dilaksanakan di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Kantor Bupati Pasuruan, Senin (4/8/2025) sore.

Drawing grup dilakukan langsung Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo dan Wakil Bupati Shobih Asrori dengan disaksikan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Ada juga Sekda Yudha Triwidya Sasongko, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Andri Wahyudi; Ketua KONI Kabupaten Pasuruan, serta tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pasuruan, Mujiono menjelaskan bahwa Pasuruan Super League tahun ini akan digelar selama sebulan penuh, yaitu pada 1-28 September 2025.

Sebanyak 24 tim akan dibagi menjadi empat grup, yang masing-masing akan berlaga di empat kecamatan berbeda sebagai tuan rumah, yaitu Grati, Rejoso, Sukorejo, dan Pandaan.

Turnamen ini dipusatkan di empat lapangan yaitu A Yani Grati, CJI Rejoso, Ngadimulyo Sukorejo, dan Plumbon Pandaan.

“Pesertanya adalah tim-tim dari 24 kecamatan. Setiap grup akan bermain di lokasi yang berbeda, sesuai pembagian wilayah tuan rumah,” terang Mujiono.

Format pertandingan mewajibkan setiap tim mendaftarkan 23 pemain yang merupakan warga kecamatan setempat, dengan tambahan 10 orang ofisial.

Untuk menjamin regenerasi atlet, setiap tim juga diwajibkan menurunkan minimal lima pemain muda kelahiran antara 1 Januari 2005 hingga 31 Desember 2008. Kelima pemain ini harus bermain penuh selama dua babak. 

Jangan salah, di PSL ini juga ada transfer pemain luar maksimal tiga orang. Yaitu pemain dari luar kecamatan atau kabupaten, jadi bukan pemain asing.

Di hadapan para peserta dan tamu undangan, Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori menyampaikan pesan inspiratif tentang pentingnya semangat dan cinta terhadap olahraga.

Halaman
12
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved