Kapal Tenggelam di Selat Bali
Operasi SAR Dialihkan ke Daerah, Alutsista TNI AL Tetap Disiagakan di Selat Bali
Meski dialihkan, namun TNI AL masih menyiagakan alat utama sistem senjata (Alutsista) di wilayah perairan Selat Bali.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Operasi SAR tragedi KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali, Rabu (2/7/2026), dialihkan dari Basarnas pusat ke daerah, mulai Selasa (15/7/2025).
Meski dialihkan, namun TNI AL masih menyiagakan alat utama sistem senjata (Alutsista) di wilayah perairan Selat Bali.
Beberapa alutsista yang sebelumnya aktif dalam mencari keberadaan bangkai kapal dan korban tenggelam antara lain KRI Pulau Fanildo, KRI Spica, KAL Sembulungan, dan KAL Tongkol, masih berada di Selat Bali.
"Kami standby saja," kata Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II Laksma TNI Endra Hartono, Selasa (15/7/2025).
Baca juga: 15 Ahli Waris Korban Tewas KMP Tunu Pratama Jaya Terima Asuransi dari Jasa Raharja
Endra menjelaskan, alutsista-alutsista milik TNI AL akan bergerak apabila diperlukan dalam operasi SAR ke depan.
Semberi itu, kapal-kapal milik TNI AL akan berada di pangkalan Selat Bali yang juga merupakan wilayah daerah operasi.
"Yang ada di sini, di Gilimanuk dan Ketapang, kami akan tetap di sini. Apabila diperlukan, diminta, kami siap support," lanjutnya.
Setelah dialihkan ke daerah, operasi SAR akan dikoordinir salah satunya oleh Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).
Lembaga tersebut akan berfokus pada penandaan bangkai kapal dan upaya pengangkatannya.
Sekadar informasi, operasi SAR tragedi KMP Tunu Pratama Jaya dialihkan ke kedaerahan setelah 13 hari masa pencarian.
"Hari ini, Senin 14 Juli, sekira pukul 17.18 WIB, SMC (Search and Rescue Mission Coordinator) menyatakan bahwa operasi SAR lanjutan akan disesuaikan dengan menggunakan kekuatan kewilayahan," kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas R Eko Suyatno.
ingga saat ini, korban KMP Tunu Pratama Jaya yang berhasil dievakuasi sebanyak 48 orang. Rinciannya, 30 korban selamat dan 18 korban meninggal dunia.
Dari 18 jumlah korban meninggal, 15 jenazah telah diidentifikasi dan diserahterimakan kepada keluarga masing-masing.
Sementara tiga jenazah lainnya harus dites DNA untuk memastikan identitasnya.
Berdasarkan data manifes, jumlah penumpang KMP Tunu Pratama Jaya sebanyak 53 orang dengan total kru 12 orang.
Namun, diduga ada banyak penumpang yang tak terdata dalam manifes.
BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS
KMP Tunu Pratama Jaya
SURYA.co.id
Running News
TribunBreakingNews
TNI AL
kapal tenggelam di Selat Bali
Jumlah Penumpang dan Kru KMP Tunu Pratama Jaya 84 Orang, Ini Kata Pemilik Kapal |
![]() |
---|
16 Korban KMP Tunu Pratama Jaya Masih Hilang dan Tak Masuk Daftar Manifes, Keluarga Tuntut Hal Ini |
![]() |
---|
Tim Pengangkat Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya Datang ke Lokasi dan Lakukan Survei |
![]() |
---|
UPDATE KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, 2 Korban Meninggal Teridentifikasi |
![]() |
---|
KNKT Ungkap Kronologi Lengkap Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.