Kapal Tenggelam di Selat Bali

Operasi SAR Dialihkan ke Daerah, Alutsista TNI AL Tetap Disiagakan di Selat Bali

Meski dialihkan, namun TNI AL masih menyiagakan alat utama sistem senjata (Alutsista) di wilayah perairan Selat Bali.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id/Ahmad Zaimul Haq
SATU JENAZAH DITEMUKAN - Satu jenazah diduga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya ditemukan, Minggu (6/7/2025) dibawa ke RSUD Blambangan untuk diidentifikasi. Jenazah berhasil dievakuasi sekitar pukul 13.15 WIB dengan diangkut KRI Tongkol 813 ke Dermaga Pupuk Sriwijaya, Banyuwangi. Jenazah berjenis kelamin pria yang ditemukan ini mengenakan kaos biru dan celana pendek hitam. Ditemukan pertama kali sekitar pukul 10.41 dengan kondisi mengapung dan tengkurap. Jenazah pertama kali ditemukan KRI Fanildo di titik penemuan 5,7 sampai 6,03 mil ke arah selatan dari titik tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Operasi SAR tragedi KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali,  Rabu (2/7/2026), dialihkan dari Basarnas pusat ke daerah, mulai Selasa (15/7/2025).

Meski dialihkan, namun TNI AL masih menyiagakan alat utama sistem senjata (Alutsista) di wilayah perairan Selat Bali.

Beberapa alutsista yang sebelumnya aktif dalam mencari keberadaan bangkai kapal dan korban tenggelam antara lain KRI Pulau Fanildo, KRI Spica, KAL Sembulungan, dan KAL Tongkol, masih berada di Selat Bali.

"Kami standby saja," kata Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II Laksma TNI Endra Hartono, Selasa (15/7/2025).

Baca juga: 15 Ahli Waris Korban Tewas KMP Tunu Pratama Jaya Terima Asuransi dari Jasa Raharja

Endra menjelaskan, alutsista-alutsista milik TNI AL akan bergerak apabila diperlukan dalam operasi SAR ke depan.

Semberi itu, kapal-kapal milik TNI AL akan berada di pangkalan Selat Bali yang juga merupakan wilayah daerah operasi.

"Yang ada di sini, di Gilimanuk dan Ketapang, kami akan tetap di sini. Apabila diperlukan, diminta, kami siap support," lanjutnya.

Setelah dialihkan ke daerah, operasi SAR akan dikoordinir salah satunya oleh Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).

Lembaga tersebut akan berfokus pada penandaan bangkai kapal dan upaya pengangkatannya.

Sekadar informasi, operasi SAR tragedi KMP Tunu Pratama Jaya dialihkan ke kedaerahan setelah 13 hari masa pencarian.

"Hari ini, Senin 14 Juli, sekira pukul 17.18 WIB, SMC (Search and Rescue Mission Coordinator) menyatakan bahwa operasi SAR lanjutan akan disesuaikan dengan menggunakan kekuatan kewilayahan," kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas R Eko Suyatno.

ingga saat ini, korban KMP Tunu Pratama Jaya yang berhasil dievakuasi sebanyak 48 orang. Rinciannya, 30 korban selamat dan 18 korban meninggal dunia.

Dari 18 jumlah korban meninggal, 15 jenazah telah diidentifikasi dan diserahterimakan kepada keluarga masing-masing.

Sementara tiga jenazah lainnya harus dites DNA untuk memastikan identitasnya.

Berdasarkan data manifes, jumlah penumpang KMP Tunu Pratama Jaya sebanyak 53 orang dengan total kru 12 orang.

Namun, diduga ada banyak penumpang yang tak terdata dalam manifes.

BACA BERITA SURYA.CO.ID LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved