Berita Viral

Rekam Jejak Abdul Hadi, Anggota DPR yang Sebut Insiden Juliana Marins Jadi Momen Evaluasi Basarnas

Inilah rekam jejak Abdul Hadi, anggota DPR yang sebut insiden Juliana Marins jadi momen evaluasi Basarnas

Penulis: Arum Puspita | Editor: Musahadah
Kolase DPR RI/Istimewa
JATUH - Anggota Komisi V Anggota DPR, Abdul Hadi, yang sebut insiden Juliana Marins jadi evaluasi Basarnas. Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad Juliana Marins 

SURYA.CO.ID - Insiden seorang pendaki asal Brazil, Juliana Marins, terjatuh ke jurang Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat sorotan dari Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi.

Abdul Hadi menyebut, insiden tersebut harus menjadi evaluasi bagi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

"Kejadian ini harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh. Agar tragedi serupa tidak terulang pada masa depan," ujarnya, dikutip SURYA.CO.ID dari Tribrata.Polri.go.id.

Apalagi, Basarnas sempat mendapat sorotan tajam karena dinilai lamban dalam mengevakuasi Juliana sehingga nyawanya tak tertolong. 

"Publik berhak mempertanyakan lambatnya evakuasi ini."

"Bagaimana bisa dalam waktu kritis korban sempat memberi sinyal dan baru bisa dijangkau setelah tiga hari, ini harus menjadi pembelajaran serius," ujarnya.

Menurutnya, Basarnas dan tim SAR memang dihadapkan pada tantangan medan ekstrem, kabut tebal, dan posisi korban di jurang sedalam 600 meter.

Kendati begitu, ia tetap memberikan apresiasi atas dedikasi tim SAR gabungan yang berhasil mengevakuasi jasad Juliana. 

"Sudah saatnya kita mengevaluasi dan memperbarui SOP evakuasi di kawasan pegunungan dan taman nasional. Latihan rutin dan pelibatan komunitas lokal harus ditingkatkan agar respons lebih sigap," jelasnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah memperkuat kapasitas dan teknologi SAR.

"Pengadaan drone pencari panas dan drone logistik berat harus menjadi prioritas, sekaligus memastikan seluruh pendaki, terutama wisatawan mancanegara, membawa pelacak GPS atau emergency beacon, dengan begitu upaya evakuasi bisa berlangsung lebih cepat dan akurat," jelasnya.

Selanjutnya, ia juga meminta adanya pusat komando terpadu dalam situasi darurat agar koordinasi antar instansi Basarnas, taman nasional, TNI, Polri, BPBD, dan komunitas lokal lebih efektif dan berbasis data real-time.

"Jadi sekali lagi, kejadian ini harus menjadi momentum pembenahan menyeluruh agar tragedi serupa tidak terulang pada masa depan," ujarnya.

Sosok Abdul Hadi

Abdul Hadi lahir pada 4 September 1970.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved